Perpustakaan MAYOGA Jadi Studio Siaran

Syuting sebuah acara talk show di studio televisi merupakan  hal biasa. Menjadi luar biasa ketika syuting itu dilakukan di tempat lain, sebuah perpustakaan misalnya. Pada Kamis (6/10) perpustakaan MAYOGA mendapat kepercayaan dari TVRI Jogja untuk menjadi tempat syuting sebuah acara talk show. Perpustakaan MAYOGA diubah menjadi sebuah studio siaran TVRI Jogja dalam acara ranah publik. Bertempat di ruang utama perpustakaan MAN 3 Sleman Yogyakarta (MAYOGA) acara berlangsung serius. Acara dikemas dalam bentuk diskusi publik.

Kegiatan syuting berlangsung dalam dua sesi. “Tema yang diangkat pada sesi pertama ranah publik adalah Mencermati Peraturan Daerah tentang Ruang Milik Jalan (Perda Rumija)  DIY”, ungka Yudi selaku pembawa acara dari TVRI Jogja. Hadir pada kesempatan tersebut tiga nara sumber: Bambang Sugaib (Dinas PUP ESDM DIY), Risdianto (pakar Transportasi UJB, mewakili akademisi), dan Anton Prabu Semendawai (Ketua Pansus Rumija DIY).

Di bawah panduan Maria Dewi, selaku Host, nara sumber menjelaskan tentang pentingnya merencanakan, membuat dan mengawasi Rumija di DIY. Perda Rumija telah disahkan oleh DPRD DIY dan saat ini pemerintah daerah telah menyiapkan sosialisasinya kepada masyarakat.

Pada sesi kedua, tema yang diambil adalah Mencermati Perdais Tata Ruang Tanah Kesultanan dan Tanah Kadipaten. Hadir sebagai nara sumber pada tema ini, Hananto Hadi Purnomo (Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY), Munarto (Kepala Bidang Sarana Prasarana Bapeda DIY), dan Arif Nur Hartanto (Wakil Ketua DPRD DIY).

Sebagai audien dalam acara tersebut adalah Komunitas PGRI, Mahasiswa STP AMPTA, Mahasiswa UPY dan siswa MAN 3 Sleman Yogyakarta.

Kegiatan syuting ini menurut Yudi memberikan banyak manfaat. Bagi TVRI tentu acara ini dapat memberikan nuansa baru pada acara ranah publik. Sedangkan bagi MAYOGA acara ini menjadi ajang promosi perpustakaan yang notabene merupakan salah satu sumber belajar di MAYOGA. “Saya merasa senang masuk di perpustakaan MAYOGA ini, nyaman, penuh warna. Apresisasi buat perpustakaan MAYOGA atas prestasinya. Semoga menjadi basis gerakan literasi”, ungkap Arif Nur Hartanto.

Nur Wahyudin Al Azis, Kepala MAN 3 Sleman merasa senang dan menyambut positif program siaran ini. “Kami memberikan kesempatan luas bagi  media TV lainnya  untuk memanfaat perpustakaan MAYOGA sebagai tempat mengedukasi masyarakat DIY”, ungkapnya di sela-sela acara. (Aby)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *