Sleman (MAN 3 Sleman) – Tim kesenian karawitan dari MAN 3 Sleman, MAYOGA Laras, sukses unjuk kebolehan dalam ajang bergengsi Festival Karawitan yang digelar di Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) baru-baru ini. Partisipasi mereka merupakan bentuk pemenuhan undangan khusus dalam rangka memeriahkan Dies Natalis Fakultas Filsafat UGM yang ke-58, Sabtu (18/7/2026).
Tim MAYOGA Laras yang beranggotakan 18 murid ini tampil membawakan alunan musik tradisional Jawa yang memukau para penonton dan juri. Kehadiran mereka di panggung festival menjadi bukti nyata semangat generasi muda dalam melestarikan warisan budaya leluhur.

Keberhasilan penampilan mereka tidak lepas dari persiapan yang matang dan dedikasi yang tinggi. Meskipun persiapan hanya berlangsung sekitar dua hingga tiga minggu, para anggota MAYOGA Laras menunjukkan semangat latihan yang luar biasa. Hebatnya, latihan intensif tersebut mereka lakukan justru di tengah masa libur semester genap, sebuah waktu yang biasanya digunakan siswa untuk bersantai.
“Walaupun latihan di masa liburan, anak-anak tetap sangat bersemangat. Mereka disiplin dan penuh antusiasme untuk memberikan yang terbaik,” ujar Neshi Rasyida Aisyah, selaku pendamping. Dukungan teknis dan arahan artistik dalam setiap sesi latihan diberikan oleh Warsito, selaku pelatih tim yang dengan sabar membimbing para murid.

Kesempatan untuk tampil di UGM disambut dengan suka cita oleh Neshi dan seluruh anggota tim. Bagi mereka, acara ini bukan sekadar ajang perlombaan atau pertunjukan seni, melainkan sebuah wadah pengalaman yang tak ternilai bagi para siswa.
“Kami sangat senang bisa ikut acara ini. Selain memberikan pengalaman berharga bagi murid, ini juga merupakan bentuk kerja sama yang baik antara MAN 3 Sleman dengan Fakultas Filsafat UGM,” jelas Neshi.
Lebih dari sekadar mengejar prestasi, partisipasi MAYOGA Laras dalam festival ini memiliki tujuan yang lebih mulia. Tujuan utamanya adalah mengajarkan dan menanamkan rasa bangga pada diri anak-anak terhadap kebudayaan mereka sendiri. Ikut serta melestarikan kesenian Jawa melalui karawitan adalah langkah nyata untuk memastikan budaya kita tetap hidup dan dihargai oleh generasi mendatang. (nes)