Workshop KTSP Mayoga 2019

Sleman (MAN 3 Sleman ), Semangat segenap civitas akademika MAN 3 Sleman untuk mengikuti workshop Kurikulum Mayoga yang diselenggarakan mulai hari ini, tanggal 1 Juli sampai dengan 4 Juli 2019 dilanjutkan tanggal 6 Juli sampai dengan 8 Juli 2019 dari pukul 07.30 WIB sampai dengan pukul 16.30 WIB, di Ruang Ava, tidak berkurang sedikitpun di saat guru lain menikmati liburan.

Guru dan pegawai harus direfresh, selalu update dan upgrade pengetahuannya, wawasannya, pengalamannya, pola pikirnya, berani keluar dari zona nyaman. Karena hal ini maka di tahun pelajaran baru akan dilakukan rolling 480 guru madarasah di lingkungan Kemenag DIY. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, H.Muthalib, M.Pd.I saat membuka kegiatan workshop.

Diungkapkan pula, yang pertama kali  di Indonesia melakukan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) di lingkungan kemenag  adalah Kanwil Kemenag DIY. Dengan adanya PKKM diketahui apa saja kekurangan yang dimiliki setiap madarasah, 5 output madrasah yaitu KTSP, Kewirausahaan, Administrasi guru dan pegawai, Inovasi, Prestasi. Begitu juga dengan PKG (Penilaian Kinerja Guru) dan Tupoksi Pengawas perlu ditingkatkan.

Sedangkan untuk mensikapi wacana lima hari kerja, Kanwil Kemenag DIY mengutus tim analisis kebijakan untuk studi banding ke Tangerang Selatan di madrasah yang sudah memberlakukan lima hari kerja.

Pada kesempatan ini, Ketua Komite MAN 3 Sleman, Prof. Dr. H. Amir Mu’allim menyampaikan sambutannya, : ”Sifat institusional disampaikan Kepala Madrash secara mendalam untuk bisa menjadi narasi dalam aktivitas sehari hari karena Kepala Madrasah ditetapkan sebagai Ulil Amri. Rencana kerja, programnya berupa pengembangan, baik institusi, sumber daya manusia (SDM), skill SDM nya rata-rata, jika bertanya satu guru, maka guru yang lain juga bisa menguasainya. Rancangan empat  tahun,  ke depannya dikontrol setiap tahun disiapkan dengan rencana kerja dan anggaran tahunan yang memiliki brand, simbul yang harus melekat, guru menjadi tauladan, inovasi keteladan dan pengembangan mengolah sumber daya manusia.

Ditanamkan Prinsip, “hari ini, tahun ini harus lebih baik dari pada hari dan tahun kemarin”. Ada audit internal dan ada audit eksternal. Guru gurunya mencoba menulis di berbagai media. Ada regenerasi untuk siswa berprestasi sehingga prestasinya berkesinambungankan. Bahasa merupakan kunci dan memiliki peran penting dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. Rosululloh Muhammad S.A.W adalah Insanu Kamil, insan yang sempurna, kita berusaha untuk mendekati ketauladanan beliau dan MAN 3 Sleman  sudah sampai ke arah ini, imbuhnya.

Kepala MAN 3 Sleman, Nur Wahyudin Al Azis, S.Pd menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya pada seganap guru dan pegawai MAN 3 Sleman yang tetap semangat mengikuti workshop di hari yang mustinya libur. MAN 3 Sleman memiliki agenda padat. Selain workshop juga sedang berlangsung  pelaksanaan pembimbingan Kompetisi Sains Madrasah Kemenag Sleman di PSBB MAN 3 Sleman yang diikuti sebanyak 100 peserta selama lima hari.

Hari Selasa, tanggal 2 Juli 2019, kita akan kulakan ilmu dari Pakar Pendidikan, Zulfikar Alimudin, B. Eng. MM. Dengan pembelajaran variatif untuk melakukan perubahan. Perubahan sedikit apapun maka harus segera dimulai. Perubahan yang mengokohkan diri, Mayoga sebagai Madrasahnya para juara, imbuhnya. (idp)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.