Berita

BK MAN 3 Sleman Kampanyekan Sekolah Sehat Jiwa


Sleman (Inmas DIY) – Sekolah secara khusus memegang peran penting dalam meningkatkan kesehatan jiwa yang berdampak pada kesehatan mental masyarakat. Meski begitu, kenyataan peran sekolah masih sangat sempit. Hal ini disebabkan kurikulum yang diberlakukan hanya fokus pada ranah akademik, sementara fokus untuk pemberdayaan anak agar dapat berfungsi secara baik dalam hubungan sosial belum terumuskan dengan baik.

Begitu yang disampaikan oleh dr. Patimah Hariyati Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dalam bimtek yang diselenggarakan oleh Puskesmas Mlati I dengan tema “Sekolah Sehat Jiwa” pada hari Jumat-Sabtu (19-20/9) di Aula Pertemuan RM Pring Sewu.

“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan pelaku-pelaku pendidikan di Indonesia. Kita ketahui bersama permasalahan kesehatan jiwa di Indonesia harus ditangani secara sistemik. Mulai dari komponen yang terkecil yaitu keluarga, kemudian komponen yang sifatnya luas seperti sekolah, sektor kesehatan pada umumnya hingga ke tataran masyarakat,” Ujar Patimah Hariyati.

Pada kegiatan yang diikuti oleh Guru BK dan pengurus UKS SMP/MTs dan SMA/MA se Kecamatan Mlati itu MAN 3 Sleman secara khusus mengirim dua guru BK-nya yaitu Failasuffah, M.Pd.I dan Angga Febiyanto, M.Pd untuk mengikuti sekaligus turut mengkampanyekan sekolah sehat jiwa. Khusus di MAN 3 Sleman, Puskesmas Mlati I telah memberikan skrining angket kesehatan jiwa pada siswa kelas X (Sepuluh) seminggu sebelumnya dan hasilnya dilaporkan pada kegiatan bimtek tersebut, dengan hasil siswa kelas X (Sepuluh) masih dalam batas normal dalam standart sekolah sehat jiwa.

Pada kegiatan bimtek tersebut juga diisi oleh pemateri dari Staf Keswamas RSJ Ghrasia Aspi Kristiati dengan materi kesehatan jiwa anak sekolah, dengan pembahasan lebih lanjut tentang bagaimana membentuk sekolah sehat jiwa mulai dari guru, karyawan sampai siswa, sehingga terwujudlah sekolah yang benar-benar sehat jiwanya yaitu ditandai dengan menyadari kemampuan diri sendiri, dapat mengatasi stress kehidupan, dapat bekerja secara produktif dan mampu memberi sumbangsih positif terhadap lingkungan sekitar.

Pada hari terakhir, materi ditutup oleh Tri Novita Herdalena. S.Psi., Psikolog., CPC yang merupakan praktisi Psikolog Klinis anak, remaja dan keluarga. Pada kesempatan ini materi yang disampaikan berupa kemampuan soft skill konselor, bahwasannya semua yang ada dalam lingkup sekolah bisa menjadi teman bercerita dan juga teman curhat sehingga tergalilah masalah yang nantinya akan diselesakian oleh Guru BK. Selain itu materi selanjutnya adalah softskill tentang body language, penggunaan kalimat tanya yang benar dan diakhiri dengan peer teaching atau praktek pemecahan masalah sehingga terwujudlah pribadi yang sehat jiwanya.

Dari bimtek tersebut ke depannya diharapkan terdapat suatu project yang akan dimotori oleh Guru BK MAN 3 Sleman di dalam upaya mewujudkan sekolah sehat jiwa pada sekolah masing-masing. (ang)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close