Sleman (MAN 3 Sleman) – Rabu (21/1/2026) rombongan MAN 3 Sleman berkesempatan menyaksikan secara langsung salah satu kesenian tradisional khas Bali, yaitu Tari Barong. Ratusan siswa yang tengah melaksanakan kegiatan GALAKSI tersebut dapat merasakan kekayaan budaya yang epik.
Tari Barong merupakan tarian tradisional Bali yang menggambarkan pertarungan antara kebaikan dan kejahatan, dengan Barong sebagai simbol kebaikan dan Rangda sebagai simbol keburukan. Tarian ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga memiliki makna religius dan filosofis yang mendalam bagi masyarakat Bali.

Secara sejarah, Tari Barong telah berkembang sejak masa Hindu-Buddha di Bali, dan dipercaya berakar dari tradisi pemujaan roh pelindung desa. Barong dianggap sebagai makhluk mitologis penjaga yang melindungi masyarakat dari pengaruh jahat. Seiring waktu, tarian ini diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dalam upacara adat maupun pertunjukan budaya.
Salah satu tour leader, Novi, menjelaskan bahwa kesenian tari ini berkaitan dengan ilmu yang disalahgunakan untuk keburukan. “Ilmu itu sesungguhnya netral, namun tergantung yang menggunakannya,” ucapnya.
Dalam pertunjukan tersebut, siswa MAN 3 Sleman dapat menyaksikan keunikan gerakan tari, kostum Barong yang khas, topeng, serta iringan musik gamelan Bali yang memukau. Penampilan Tari Barong berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari para siswa.

Salah satu siswa, Najwa Tsaqiif, menyampaikan bahwa sangat menikmati alur cerita dari kesenian tari tersebut. “Saat menyaksikan kesenian Tari barong ini kita dapat mengikuti alur ceritanya sehingga dapat memahaminya” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya Indonesia serta memahami pentingnya menjaga warisan budaya daerah. Menyaksikan Tari Barong menjadi pengalaman edukatif yang memperkaya wawasan budaya siswa MAN 3 Sleman.
Pelestarian kesenian daerah seperti Tari Barong merupakan tanggung jawab bersama. Dengan mengenal, memahami, dan mengapresiasi kesenian tradisional, generasi muda turut berperan dalam menjaga kelestarian budaya bangsa. (raf)
Kontributor: Rafflesia Yasin
Editor: Esti Nurjanah