Berita

Belajar di Saung Angklung Udjo, Siswa MAN 3 Sleman Turut Lestarikan Budaya Nusantara


Bandung (MAN 3 Sleman) – Banyak budaya nusantara Indonesia yang sarat penuh makna. Namun, kini budaya adiluhung bangsa banyak yang sudah pudar seiring perkembangan jaman. Selasa, (3/3) sebanyak 275 siswa MAN 3 Sleman kelas XI melakukan kunjungan Studi Lapangan Terpadu dan Kunjungan Akademik (SLTKA) di Saung Angklung Udjo (SAU) yang beralamat di Jl. Padasuka 118, Bandung Jawa Barat. SAU merupakan sanggar seni yang berusaha mewujudkan cita-cita dan harapan Abah Udjo (Alm) yang atas kiprahnya dijuluki sebagai Legenda Angklung, yaitu Angklung sebagai seni dan identitas budaya bangsa yang membanggakan.

Alat musik tradisional angklung menjadi salah satu budaya nusantara yang masih tetap eksis saat ini. Bahkan angklung telah mendapatkan pengakuan dari UNESCO sebagai The Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity. “Angklung menjadi salah satu budaya nusantara yang masih eksis hingga saat ini. Dengan keberagamannya, angklung mengajarkan kebersamaan, toleransi dan kerjasama,” ungkap Teh Tika, salah satu anggota sanggar yang sekaligus MC saat memandu jalannya acara pertunjukkan.

Pertunjukan budaya yang disuguhkan bagi rombongan siswa SLTKA MAN 3 Sleman sungguh spektakuler. Mulai dari pertunjukan wayang golek, helaran, tari tradisional, angklung mini, angklung massal nusantara, bermain angklung bersama, dan menari bersama. Sausan Arwa Zahra, siswa kelas XI MIPA 5 menyatakan kegagumannya pada konser pertunjukan yang disuguhkan oleh SAU.

“Sungguh, pertunjukan ini membuat saya terkagum-kagum. Luar biasa, keren sekali. Dengan dipandu, kita juga diajak untuk memainkan angklung bersama-sama yang kemudian bisa menghasilkan sebuah maha karya musikal yang sangat apik,” ucap Sausan.
Sementara itu, Mucharrom, S.Ag. M.SI., Waka Humas MAN 3 Sleman yang juga turut serta mendampingi rombongan menyampaikan harapannya bahwa sebagai generasi muda Indonesia hendaknya dapat terus mencintai budaya bangsa sendiri. “Melalui kunjungan ke SAU ini, kami berharap anak-anak dapat belajar untuk mengenal lebih dekat budaya asli nusantara. Melalui filosofi angklung, keberagaman tidak jadi perpecahan tapi jadi persatuan yang menciptakan keharmonisan,” harap Mucharrom dalam sebuah kesempatan wawancara. (Rta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close