Berita

Cegah Anemia, 3 Siswa MAN 3 Sleman Ikuti Sosialisasi Tablet Tambah Darah dan Anemia Remaja


Sleman (MAN 3 Sleman)-Masa remaja merupakan sebuah masa dimana pertumbuhan terjadi sangat cepat, sehingga kebutuhan gizi pada masa ini pun akan ikut meningkat. Dan salah satu zat gizi yang sangat dibutuhkan adalah zat besi, terutama bagi kaum perempuan.

Mengapa perempuan? Karena selain untuk mendukung pertumbuhan, zat besi berguna untuk mengganti zat besinya yang hilang melalui proses haid di setiap bulannya. Karenanya, asupan zat besi sangat penting untuk mencegah terjadinya anemia pada remaja putri.
Pembahasan mengenai kebutuhan zat besi ini dikupas lebih mendalam dalam Sosialisasi Tablet Tambah Darah dan Anemia Remaja Pada Siswi SMU yang diselenggarakan oleh Puskesmas Mlati pada Rabu (18/9) di Aula Puskesmas Mlati I yang diikuti oleh 24 peserta dari 8 sekolah SMA/SMK/MA di wilayah kecamatan Mlati.

Dan pada kegiatan tersebut, MAN 3 Sleman mengirimkan 3 siswinya untuk belajar dengan para ahli kesehatan dari Puskesmas tersebut. Mereka adalah Zahrotul Mukaromah Isnaeni dari kelas XI MIPA 3, Azizah Uswatun Chasanah dari kelas XI MIPA 3, dan Salsabila Herlin Tamala dari kelas XI IPS 1, yang tergabung dalam PMR (Palang Merah Remaja) MAYOGA.

Dr. Ernawati, Kepala Puskesmas Mlati dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini ditujukan kepada para remaja, terutama remaja putri. Mengingat banyaknya kasus anemia pada remaja disebabkan karena siklus wanita yang setiap bulannya mengalami menstruasi. “Kami berharap, dengan kegiatan sosialisasi akan pentingnya menjaga asupan gizi seimbang dan membiasakan diri untuk minum obat penambah darah secara rutin setiap seminggu sekali, diharapkan ke depan para wanita akan lebih siap untuk kondisi kehamilan. Sehingga para wanita akan mampu mencetak generasi yang lebih unggul. Kami juga mengharapkan agar para peserta yang hadir hari ini dapat ikut serta untuk kembali mensosialisasikan dan menyebarkan pengetahuan akan pentingnya pencegahan terhadap anemia ini kepada teman-teman yang lain.” harap Erna.

Sementara itu, Dr. Anita Tri Kusuma, dokter fungsional Puskesmas Mlati yang sekaligus narasumber dalam kegiatan tersebut memberikan pemaparan materi akan pentingnya pemenuhan kebutuhan zat besi bagi remaja putri. Anita menyampaikan bahwa berdasarkan data, 25% remaja di Indonesia terkena anemia. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah minimnya pengetahuan tentang asupan gizi seimbang, terutama para remaja putri yang tinggal di pedesaan. Zat besi sangat dibutuhkan oleh tubuh, karenanya bila jika kekurangan zat besi bisa berdampak fatal. Diantaranya adalah remaja menjadi kurang produktif, karena cepat lelah ketika melakukan suatu pekerjaan, menurunnya prestasi, menurunnya fungsi dan daya tahan tubuh, dan bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Selain sosialisasi tablet penambah darah dan anemia remaja bagi siswi SMU, dalam kegiatan ini juga dilakukan pengecekan kadar HB bagi peserta. Dan hasilnya cukup mengejutkan, karena setengah dari peserta mengalami anemia ringan maupun sedang.

Selesai mendengarkan pemaparan dari narasumber, Isnaeni dan kawan-kawan menjadi lebih mengerti tentang asupan gizi seimbang, dan paham betul bagaimana upaya untuk mengantisipasi anemia. “Sekarang saya lebih paham, apa yang harus kami lakukan sebagai remaja putri untuk mempersiapkan diri agar kelak siap untuk menjalani masa kehamilan. Tentunya kami sangat ingin memiliki generasi penerus yang sehat dan unggul. Maka dari itu, kami akan persiapkan semuanya mulai dari sekarang.” tegas Isnaeni. (Rta)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close