KELAS KEAGAMAAN “BERBAGI ITU INDAH”

Patut dicontoh, beginilah cara Syukuran Siswa siswi kelas XII Program Keagamaan MAN 3 Sleman Yogyakarta setelah selesai Ujian Nasional.

     

Hampir sebulan lamanya siswa kelas XII MAN/ SMU/ SMK menghadapi rangkaian ujian demi mendapatkan kelulusan sekolah, dimulai dengan ujian praktek, Tes Penjajakan Hasil Belajar Siswa (TPHBS), Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN), Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), dan Ujian Nasional (UN). Semua ujian dan persiapan yang dilakukan tentu sangat membutuhkan perjuangan, baik fisik, mental, maupun spiritual. Siswa tidak hanya dituntut untuk menguasai materi ujian, tetapi juga untuk menjaga kesehatan fisik agar tetap prima dan kesehatan mental agar jangan sampai tertekan, stres berlebihan, tentu saja diiringi dengan doa dan dzikir agar Allah SWT berkenan memberikan pertolongan dan hasil yang memuaskan. Sangat wajar, jika setelah kerja keras yang panjang dan melelahkan, maka ada kelegaan dan rasa syukur yang luar biasa. Bentuk rasa syukur inilah yang ditampilkan secara berbeda di kalangan remaja, ada yang positif dan negatif.

Ketika tidak sedikit siswa yang merayakan selesainya ujian mereka dengan hal yang negatif dan hura-hura, maka hal yang berbeda dilakukan oleh siswa kelas XII Program Keagamaan MAN 3 Sleman Yogyakarta. Pada hari Selasa, tanggal 9 April 2019 jam 8.00 pagi, tepat sehari setelah selesai UN, semua siswa kelas XII Program Keagamaan MAN 3 Sleman Yogyakarta yang berjumlah 32 siswa membagi-bagikan 100 nasi bungkus kepada kaum dhuafa, seperti tukang becak, tukang parkir, dan tuna wisma di Yogyakarta.

  

Kemal Farouq C, koordinator kegiatan, mengatakan bahwa kegiatan yang mereka beri nama “Berbagi Itu Indah” ini merupakan ide dari dari anak-anak kelas XII Program Keagamaan MAN 3 Sleman sendiri, dalam rangka wujud rasa syukur mereka atas selesainya ujian. Mereka ingin membuat kenangan indah bersama teman sekelas saat di MAN 3 Sleman, tetapi tidak dengan cara hura-hura dan ingin bermanfaat bagi masyarakat, maka disepakatilah ide berbagi berkah ini. Secara sukarela semua siswa mengumpulkan uang dan membeli 100 nasi bungkus. Siswa dibagi menjadi tiga kelompok untuk membagi-bagikan nasi bungkus di tiga tempat yang berbeda, yaitu Tugu Yogya, Titik Nol Kilometer, dan Alun-alun Utara Yogyakarta. Kegiatan tersebut secara serentak dimulai jam 08.00 dan berakhir pada pukul 10.00.  Semua siswa mengaku senang setelah mengikuti acara tersebut. Apapun hasil ujiannya, ketika itu sudah diusahakan secara maksimal disertai doa dan disempurnakan dengan sedekah, maka itulah hasil yang terbaik menurut Allah SWT yang patut disyukuri. (Imas Kurniasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.