Sleman (MAN 3 Sleman) – Komunitas literasi Mayoga Book Lovers (MBL) MAN 3 Sleman sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Mendongeng dan Temu Tokoh bertema “Merawat Imajinasi, Menumbuhkan Ekspresi” pada Sabtu (13/6/2026) di Ruang AVA MAN 3 Sleman. Kegiatan yang terbuka untuk umum ini diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan yang antusias untuk belajar seni bertutur sekaligus memperkuat budaya literasi melalui kegiatan mendongeng.
Acara dibuka secara resmi oleh Sasa Senja, Staf Kurikulum MAN 3 Sleman, yang hadir mewakili Kepala Madrasah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Mayoga Book Lovers atas terselenggaranya kegiatan yang mampu memadukan literasi, kreativitas, dan pelestarian budaya dalam satu ruang pembelajaran yang inspiratif.
“Kegiatan mendongeng seperti ini sangat penting karena mampu mengembangkan kreativitas, kemampuan komunikasi, dan kepercayaan diri peserta. Selain itu, mendongeng juga menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai karakter dan melestarikan budaya melalui cerita. Kami sangat mengapresiasi inisiatif Mayoga Book Lovers dalam menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perpustakaan MAN 3 Sleman, Nuzul Hidayah Yuningsih, serta Pembina Mayoga Book Lovers, Abdul Afif Rasyidi, yang senantiasa mendukung berbagai program penguatan literasi di madrasah.

Pelatihan menghadirkan narasumber dan praktisi storytelling berpengalaman, yaitu Kak Arief Rahmanto, Bunda Cahaya, dan Syakirinu. Ketiganya berbagi wawasan mengenai teknik mendongeng, pengelolaan vokal dan ekspresi, pembangunan karakter dalam cerita, hingga cara menciptakan interaksi yang menarik dengan audiens. Selain mendapatkan materi, peserta juga diajak untuk mengikuti sesi praktik dan berbagi pengalaman secara langsung.
Kepala Perpustakaan MAN 3 Sleman, Nuzul Hidayah Yuningsih, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan budaya literasi yang lebih kreatif dan menyenangkan di tengah masyarakat.
“Mendongeng bukan sekadar menyampaikan cerita, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai, membangun imajinasi, serta melatih kemampuan berkomunikasi. Kami berharap pelatihan ini dapat menginspirasi peserta untuk terus berkarya dan menjadi bagian dari gerakan literasi yang positif,” ujar Nuzul.

Sesi temu tokoh menjadi salah satu bagian yang paling dinantikan peserta. Dalam sesi ini, peserta dapat berdialog langsung dengan para narasumber mengenai pengalaman mereka di dunia storytelling, tantangan yang dihadapi, serta peluang mengembangkan keterampilan bercerita sebagai media edukasi dan pelestarian budaya.
Melalui kegiatan ini, Mayoga Book Lovers tidak hanya menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk melihat cerita sebagai sarana membangun karakter, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
Dengan mengusung semangat “Lestarikan Budaya Lewat Cerita”, Pelatihan Mendongeng dan Temu Tokoh diharapkan mampu melahirkan generasi yang kreatif, komunikatif, serta memiliki kepedulian terhadap literasi dan budaya di tengah perkembangan zaman. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti komitmen Mayoga Book Lovers MAN 3 Sleman dalam menghadirkan program-program literasi yang inovatif, inklusif, dan bermanfaat bagi masyarakat luas. (may)
Kontributor: Maya Aprillia