Sleman (MAN 3 Sleman) – Guna meningkatkan mutu tata kelola lembaga pendidikan, Madrasah Aliyah (MA) Sunan Pandanaran Yogyakarta melaksanakan kunjungan studi tiru ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Sleman pada Rabu (3/6/2026). Fokus utama dalam kunjungan ini adalah mempelajari manajemen Ketatausahaan (TU) serta pengelolaan Sarana dan Prasarana (Sarpras) yang menjadi salah satu keunggulan MAN 3 Sleman.
Rombongan dari MA Sunan Pandanaran berjumlah 12 orang, dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, didampingi oleh Kepala Tata Usaha (Ka TU), Wakil Kepala Bidang Humas, Wakil Kepala Bidang Sarpras, serta sejumlah tenaga kependidikan (tendik).
Kehadiran rombongan disambut dengan penuh kehangatan bertempat di Perpustakaan MAN 3 Sleman. Suasana perpustakaan yang nyaman dan representatif menambah keakraban awal pertemuan antar-kedua madrasah tersebut.

Kepala MAN 3 Sleman, Singgih Sampurno, dalam sambutannya menyampaikan rasa terhormat atas kunjungan dari MA Sunan Pandanaran. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi dan saling berbagi praktik baik antarlembaga pendidikan Islam.
“Kami sangat terbuka untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman. Manajemen ketatausahaan yang tertata serta sarpras yang memadai adalah fondasi penting dalam mendukung proses akademik yang unggul. Semoga pertemuan hari ini di perpustakaan kami membawa keberkahan dan kemajuan bagi kedua madrasah,” ujar Singgih.
Sementara itu, Kepala MA Sunan Pandanaran, Ili Sohili menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan. Beliau menjelaskan bahwa pemilihan MAN 3 Sleman sebagai lokasi studi tiru didasarkan pada rekam jejak madrasah tersebut yang dinilai sangat tertib secara administrasi dan memiliki pemanfaatan sarpras yang efektif, modern, serta ramah literasi.


Setelah sesi penyambutan, agenda inti berupa diskusi interaktif dipimpin langsung oleh Kepala Tata Usaha (Ka TU) MAN 3 Sleman, Sri Wulandari. Diskusi berjalan dinamis dengan membedah dua fokus utama:
- Manajemen Ketatausahaan (TU): Membahas digitalisasi administrasi, pengelolaan surat-menyurat, kearsipan, hingga sistem pelayanan prima bagi civitas akademika.
- Pengelolaan Sarpras: Mempelajari sistem inventarisasi aset, pemeliharaan fasilitas gedung, serta pengadaan sarana penunjang yang berbasis pada kebutuhan kurikulum modern.
Sebagai bentuk apresiasi dan penguat tali silaturahmi, acara diakhiri dengan prosesi penyerahan kenang-kenangan dari kedua belah pihak. Kedua kepala madrasah saling bertukar cendera mata yang disaksikan oleh seluruh peserta studi tiru. Momen ini menandai komitmen kuat kedua madrasah untuk terus bersinergi dan maju bersama dalam mencerdaskan generasi bangsa. (isn)
Kontributor: Isni Kurnia R