Berita

Tasyakuran Milad Ke-9 Pondok Pesantren Muntasyirul Ulum MAN 3 Sleman


Yogyakarta (MAN 3 Sleman) – Pondok Pesantren Muntasyirul ‘Ulum, Kamis (19/9) merayakan hari kelahiran berdirinya yang ke-9, yang dikenal dengan istilah Tasyakuran Milad. Pelaksanaan kegiatan Milad dimulai dengan diadakannya rangkaian lomba antar santri sejak tanggal 14 September hingga nantinya ditutup dengan malam pentas seni Exhibiton Night pada hari Sabtu, 21 September 2019.

Pada acara milad tersebut pengasuh pesantren, Drs. K.H.Zaenal Abidin beserta tamu undangan yang merupakan perngurus pesantren dari pihak madrasah turut hadir sekaligus memberi sambutan dan arahan di hadapan semua santri putra/putri yang didampingi oleh musyrif dan musyrifah.

Dalam sambutannya, K.H.Zaenal Abidin menyampaikan bahwa momentum milad ini harus dijadikan ujung tombak untuk lebih maju. Tak lupa, para santri pun diberikan motivasi agar semakin giat dalam menuntut ilmu. “Seorang santri harus banyak mendedikasikan waktunya untuk mencari ilmu dan menambah wawasan. Masa remaja harus disibukkan dengan hal-hal yang bermanfaat dan penuh perjuangan. Sebagaimana disampaikan dalam sebuah pepatah arab,

“Biqadri al-kaddi tuktasabu al-ma’ali, wa man thalaba al-‘ula sahira al-layali”

Ketinggian diraih berdasarkan ukuran kerja keras, Barang siapa yang ingin meraih puncak maka dia seharusnya begadang (dalam rangka ibadah dan belajar),” ungkap Abah Zaenal, sapaan beliau sehari-hari, saat menyampaikan pesannya di hadapan para santri dan tamu undangan.

Tasyakuran Milad pada tahun ini ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Abah Zaenal serta didampingi oleh Sumarjana dan Dewi Sri Hidayati selaku koordinator PPMU dengan diliputi rasa haru dan penuh khidmat. Setelah pemotongan tumpeng, semua santri dan tamu undangan makan bersama di aula utama Masjid Muntsyirul Ulum.

Saat ini Pondok Pesantren Muntasyirul Ulum (PPMU) menampung lebih dari 200 santri puta/putri yang berasal dari berbagai penjuru Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Sumarjana sebagai salah satu koordinator pesantren mengungkapkan bahwa suksesnya keberlangsungan PPMU hingga saat ini merupakan berkat dukungan semua pihak, terutama dukungan dari pihak madrasah dan musyrif/musyrifah yang bersinergi membangun kerjasama dan komitmen demi menyiapkan generasi muda yang berilmu, berbudaya dan mempunyi akhlak al-karimah.

Saat acara hendak ditutup, Sumarjana berharap agar pelaksanaan Tasyakuran Milad terus dilaksanakan setiap tahunnya supaya menjadi momentum untuk meneguhkan kembali visi dan misi yang akan dicapai. (fqo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close