Berita

Tim Selling Reseachers MAN 3 Sleman Persembahkan Medali Emas dalam Lomba Riset AISEEF 2021


Sleman (MAN 3 Sleman) – MAN 3 Sleman dengan branding Madrasah Para Juara kembali membuktikan potensi para peserta didiknya dengan memborong segudang prestasi. Selasa (23/2/2021) malam melalui zoom meeting dan kanal Youtube, MAN 3 Sleman tercatat meraih enam medali dalam perlombaan karya tulis ilmiah (KTI) tingkat internasional. Tim riset Mayoga mengirimkan lima tim dan kembali membawa pulang enam medali yakni 3 medali emas, 2 medali perunggu, dan 1 medali special award.

Asean Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair (AISEEF) merupakan penyelenggara event sekaligus organisasi yang menyediakan platform guna memfasilitasi ilmuwan muda Indonesia khususnya di bidang Science, Environment, and Entrepreneur atau dikenal dengan Indonesian Young Scientist Association (IYSA). AISEEF 2021 bekerja sama antara IYSA dan Departemen Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB), Departemen Gizi Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS), Lembaga Internasional Ilmu Hayati Indonesia (i3L), serta Yayasan Prestasi Pendidik Indonesia.

im riset Sreach (selling reseachers) design great marketing yang beranggotakan Raihana Syifa Auliya (XI IPA 1) dan Najwa Safa Wardana (XI IPA 2) berhasil meraih medali emas. Dua remaja berusia 17 tahun ini sebelumnya juga pernah mencetak prestasi KTI tingkat internasional dalam ajang World Innovative Science Project Olympiad (WISPO) 2020.

Gagasan dan keberhasilan Tim Sreach mendapat apresiasi dari Akhmad Mustaqim, S.Ag., MA. Kepala MAN 3 Sleman. “Kami mengapresiasi tim riset Mayoga yang kembali melahirkan siswa-siswi yang hebat. Ide tim selling researchers sangat bagus, mereka berhasil memberikan solusi bagi para pengusaha UMKM yang terjebak di masa pandemi,” ungkap Akhmad Mustaqim.

Raihana menyebutkan awal mula ide penelitian SREACH muncul ketika melihat fenomena di lingkungan sekitar akibat masa pandemi yang berdampak pada perekonomian. “Salah satunya di desa saya Desa Sutoragan, Kec. Kemiri, Kab. Purworejo, Jawa Tengah. Banyak pengrajin besek, tapi karena pandemi ini produktifitasnya menurun dan ditambah dengan rendahnya nilai jual besek itu sendiri, paling mahal sekitar Rp 5.000. Mereka belum mengenal teknologi seperti menjual barang mereka secara online,” ungkap siswi asli Purworejo tersebut.

Berangkat dari latar belakang ini, Raihana dan Najwa berinisiatif membuat sebuah perusahaan yang mewadahi UMKM dan membantu mengembangkan strategi marketing agar pengrajin besek mampu survive dan bersaing dengan pengusaha lain. Meski berbeda daerah asal, kedua siswi ini berupaya melakukan riset dengan menyediakan design produk yang baru, membantu promosi penjualan lewat online, dan membantu pendistribusian.

Najwa, partner tim riset yang berasal dari Temanggung menuturkan bahwa jasa yang mereka tawarkan bersifat gratis. “Jasa yang kami tawarkan itu gratis, jadi semua sektor UMKM yang ingin mengembangkan usaha mereka dapat bergabung tanpa takut karena tidak mempunyai modal untuk kerjasama bersama kami. Profit perusahaan yang kami bangun mengambil keuntungan dari setiap barang yang dapat terjual,” ujar Najwa.

Saat ini, kedua siswi MAN 3 Sleman tersebut sudah berhasil bekerja sama dengan salah satu UMKM besek yang ada di Desa Sutoragan. Mereka mampu menaikan nilai jual besek bahkan sampai 2 kali lipat dengan design baru dan keunggulan khusus, misalnya anti jamur. Masyarakat sekitar yang ingin bergabung dengan Sreach dapat mengakses dan mengikuti akun instagram @sellingreserch. Lewat platform ini, mereka memberikan edukasi tentang membangun sebuah usaha, selain itu ada group telegram untuk bertukar ilmu antarprodusen UMKM.

Raihana mengirimkan pesan kepada Humas Mayoga mengaku lega karena proses penelitian hingga presentasi berjalan lancar. “Saat presentasi alhamdulillah lancar, bisa menjawab semua pertanyaan. Pengalaman yang unforgettable itu ketika kami presentasi dari rumah masing-masing. Saking ingin menampilkan presentasi yang lancar, kami latihan mandiri berkali-kali sampai bosan dan alhamdulillah lancar. Untuk kedepan harapan kami dengan adanya start up perusahaan ini mampu memperbaiki dan meningkatkan produktifitas serta perekonomian Indonesia,” ungkapnya melalui pesan Whatsaap. (est)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button