Upacara Peringatan Hari Kelahiran Pancasila

MAN 3 Sleman (humas) – “Pada hari ini, Sabtu 1 Juni 2019,  kita patut panjatkan puji syukur kepada Tuhan YME, karena kita dapat berkumpul dan mengadakan upacara untuk memperingati hari kelahiran Pancasila. Pancasila mampu menyatukan kita semua sebagai satu bangsa dan hidup dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pancasila sebagai suatu keyakinan dan pendirian yang asasi harus terus diperjuangkan. Keberagaman kodisi geografis, flora, fauna hingga aspek antropologis dan sosiologis masyarakat hanya dapat dirajut dalam bingkai kebangsaan yang inklusif. Proses internalisasi sekaligus pengalaman nilai-nilai Pancasila harus tertanam dalam hati yang suci dan diamalkan dalam kehidupan sehari hari. Berkat Pancasila sebagai bintang penuntun keberagaman yang ada dapat dirajut dalam wadah dan slogan, Bhineka Tunggal Ika”. Hal tersebut di atas merupakan sebagian dari sambutan Kepala BPIP RI (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia), Prof Hariyono yang dibacakan oleh Kepala MAN 3 Sleman, Nur Wahyudin Al Azis, S.Pd selaku pembina upacara  yang diikuti penuh khidmat oleh civitas akademika MAN 3 Sleman.

Sambutan Prof. Hariyono selanjutnya antara lain, :

  1. pertama, peringatan hari kelahiran Pancasila 1 Juni bukan sesuai yang terpisah dari momentum perumusan “Piagam Jakarta” oleh “panitia kecil” tanggal 22 Juni dan pengesahan Pancasila dalam UUD 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945. Jadi tiga peristiwa penting tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Dengan demikian, kita harapkan perdebatan tentang kelahiran Pancasila sudah tidak diperlukan lagi. Yang diperlukan saat ini adalah bagaimana kita semua mengamalkan Pancasila secara silmultan dan terus menerus.
  2. Kedua, dengan merayakan hari kelahiran Pancasila kita bangun kebersamaan dan harapan untuk menyongsong kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik. Pancasila sebagai “leitstars dinamis”, bintang penuntun mengandung visi dan misi negara yang memberikan orientasi, arah perjuangan dan pembangunan bangsa ke depan. Sebagai energi positif bangsa, Pancasila terus memberikan harapan untuk masa depan khususnya merealisasikan visi dan misi bangsa Indonesia
  3. Sebagai negara bangsa yang inklusif diperlukan pengelolaan unit kultural dan unit politik secara dialektis. Indonesia untuk kita semua dan Pancasila adalah rumah kita semua. Untuk itu diperlukan kesadaran dan pemahaman untuk saling menghormati, saling bekerjasama, bergotong royong dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Kondisi demikian dapat berkembangkan melalui budaya politik kewargaan yang demokratis. Budaya politik yang tidak menimbulkan ketakutan.
  4. Melalui peringatan hari kelahiran Pancasila 1 Juni 2019, Pancasila perlu dijadikan sebagai sumber insiprasi “politik harapan” dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita semua harus terus menerus secara konsisten merealisasikan Pancasila sebagai Dasar Negara, Ideologi Negara dan pandangan dunia yang dapat membawa kemajuan dan kebahagiaan seluruh bangsa Indonesia. KIta bersatu membangun bangsa untuk merealisasikan tatanan kehidupan masyarakt yang rukun, damai, adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan. Kita Indonesia, kita Pancasila. (idp)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.