Guru BK MAN 3 Sleman ikuti Pembukaan Pendampingan Psikososial Pasca Bencana bagi Guru BK di Wilayah Aceh

Sleman (MAN 3 Sleman) — Kegiatan workshop pendampingan psikososial pasca bencana bagi guru BK madrasah dan dosen IAIN wilayah terdampak Bencana di Aceh diselenggarakan oleh Direktorat GTK Kementerian Agama RI pada tanggal 19 – 21 Mei 2026. Kegiatan nasional ini diikuti oleh guru dan dosen Bimbingan & Konseling dari wilayah Aceh meliputi:  Takengon, Tamiang dan Langsa yang berjumlah 60 peserta.

Upacara pembukaan yang digelar hari Selasa (19/5/2026) di Aceh Tengah yang dihadiri oleh Kasubdit Bina GTK MA/MAK, Dr. Imam Bukhori, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau memberikan amanah kepada guru BK di madrasah, jangan sampai ada murid madrasah yang terdampak bencana di wilayah Aceh merasa sendirian, cemas, dan takut karena tidak ada yang menemani.

Guru BK sebagai garda terdepan harus hadir ditengah-tengah murid untuk mendengarkan cerita, mengamati kondisi pasca bencana, dan menghubungkan kepada pihak-pihak terkait, Selanjutnya jika kondisi murid membutuhkan penangan tindak lanjut. Turut hadir dalam kegiatan tersebut para pejabat di Kementerian Agama baik Tingkat Kabupaten maupun Kanwil.

Ka Tim GTK Bidang Penmad Kanwil Kemenag Propinsi Aceh, Khoirul Amri turut hadir, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kondisi Aceh pasca bencana secara fisik sudah dilakukan rekonstruksi secara bertahap namun, pendampingan secara psikhis juga tak kalah penting untuk dilakukan.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut Kasi Penmad Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah, Syahria Putraga. Dalam sambutannya mengharapkan seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik untuk pembekalan dalam pendampingan psikososial.

Dalam suasana penuh harapan, guru Bimbingan dan Konseling (BK) MAN 3 Sleman, Dr. Failasufah, M.Pd.I. sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan ini, turut hadir mengikuti pembukaan Pendampingan Psikososial pasca bencana yang diselenggarakan bagi guru BK di wilayah Aceh. Kehadiran ini menjadi wujud nyata komitmen guru BK MAN 3 Sleman untuk memperkuat kapasitas diri dalam mendampingi peserta didik yang terdampak bencana, sekaligus memperluas jejaring dengan sesama pendidik di seluruh Indonesia.

Acara pembukaan berlangsung khidmat, diwarnai dengan sambutan hangat dari para pejabat dari Kementerian Agama baik ditingkat Kabupaten maupun Propinsi dan dari Direktorat Jenderal GTK Kemenag RI. Pemaparan penting mengenai urgensi pendampingan psikososial. Guru BK MAN 3 Sleman menyambut kesempatan ini dengan antusias, menyadari bahwa peran guru BK tidak hanya terbatas pada ruang kelas, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam pemulihan psikologis murid madarsah setelah bencana.

Melalui kegiatan ini, diharapkan guru BK MAN 3 Sleman dapat berbagi pengalaman dan keterampilan tentang pendampingan psikososial kepada guru BK di Wilayah Aceh dan peran guru BK dalam pendampingan psikososial murid pasca bencana, berbagi tentang strategi pendampingan yang lebih efektif, serta semangat kolaborasi lintas daerah. Pemulihan psikososial pasca bencana adalah tanggung jawab bersama demi masa depan generasi muda yang lebih tangguh. (fay)

 

Kontributor: Failasufah

Berita Lainnya
Komentar Terbaru
Praktek berikutnya kita buat lebih seruuu
Bismillah... Besok Lulus dari pondok pesantren Al Mujahidin Gunungkidul sekolah disini bagus belakang rumah doang…
Udah salah kaprah jenjang pendidikan dari SD, SMP dan SMA/SMK ada wisuda. Biar terlihat keren...?…