Kepala MAN 3 Sleman Apresiasi Budaya Lokal: Pertama Kali Temukan Syawalan Berbahasa Jawa

Sleman (MAN 3 Sleman) — Suasana berbeda tampak dalam kegiatan syawalan atau halalbihalal yang digelar keluarga besar MAN 3 Sleman dibandingkan instansi lain. Dalam acara ini MAN 3 Sleman mengundang seluruh guru dan pegawai baik yang aktif maupun sudah mutasi atau purna, Paguyuban Mantan Pegawai dan Guru (PAMANTARU) pada Sabtu (28/3/2026) di Gedung MPR bawah masjid Muntasyirul Ulum.

Menariknya, hampir seluruh rangkaian acara dikemas secara unik menggunakan Bahasa Jawa sebagai bahasa pengantar utama. Hal tersebut dilakukan oleh pembawa acara bahkan sambutan ketua panitia. Penggunaan Bahasa Jawa dalam acara ini sudah menjadi tradisi dan menjadi daya tarik tersendiri bagi MAN 3 Sleman dalam melestarikan budaya lokal serta mengenalkan kembali penggunaan bahasa daerah kepada generasi muda.

Singgih Sampurno bahkan mengaku baru menemukan hal ini di MAN 3 Sleman. “Saya baru pertama menemukan Bahasa Jawa di acara seperti ini,” ucap Kepala Madrasah.

Menurutnya, pemilihan bahasa ini penting dilestarikan untuk menjaga tradisi. Melalui konsep penyelenggaraan yang memadukan nilai religius dan budaya, kegiatan halalbihalal diharapkan mampu menanamkan kesadaran kepada seluruh warga madrasah akan pentingnya nguri-uri kabudayan sebagai bagian dari identitas bangsa, sekaligus mempererat ukhuwah dalam bingkai kebersamaan.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa MAN 3 Sleman tidak hanya berkomitmen dalam penguatan nilai keagamaan, tetapi juga aktif dalam menjaga dan mengembangkan budaya lokal di lingkungan pendidikan. (mia)

Kontributor: Islamiatur Rohmah

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Berita Lainnya
Komentar Terbaru
Praktek berikutnya kita buat lebih seruuu
Bismillah... Besok Lulus dari pondok pesantren Al Mujahidin Gunungkidul sekolah disini bagus belakang rumah doang…
Udah salah kaprah jenjang pendidikan dari SD, SMP dan SMA/SMK ada wisuda. Biar terlihat keren...?…