Kunjungan Seminar UTCC Thailand ke MAN Yogyakarta III

Rabu, 26 Maret 2014 MAN Yogyakarta III (MAYOGA) kedatangan tamu dari University of the Thai Chamber of Commerce (UTCC).Kedatangan mereka seakan menjadi ajang silaturahmi setelah sebelumnya MAYOGA berkunjung ke kampus universitas tersebut beberapa bulan lalu dalam agenda Studi Banding.

Selain bertujuan mempererat hubungan kerjasama pendidikan yang sudah terjalin dari kedua pihak, kedatangan para tamu dari Negara Thailand tersebut juga bertujuan sebagai ajang promosi. Acara utama: seminar oleh Mr. Jakarin Srimoon, Ph. D, Dean UTCC International College. Seminar bertajuk “Networking for Global Education and Business” ini berlangsung selama 3 jam di Ruang AVA MAN Yogyakarta III.Dimulai sejak pukul 09.00 WIB, rombongan dari Thailand tersebut tiba di kompleks madrasah yang langsung disambut dengan penampilan dari tim hadroh MAN Yogyakarta III. Kemudian, acara diadakan di Ruang AVA lantai 2 madrasah.

Acara berjalan dengan relatif lancar.Setiba di Ruang AVA, rombongan disambut dengan alunan permainan gamelan dari tim karawitan MAN YOGYAKARTA III. Dimulai pembukaan dan dengan melantunkan lagu Indonesia Raya dan lagu kebangsaan Thailand.Dilanjutkan dengan sambutan Kankemenag Kabupaten Sleman, Drs H Muhammad Luthfi Hamid . Dalam sambutannya beliau menyampaikan rasa terimakasih atas kerjasama yang telah dijalin dengan madrasah.

Dilanjutkan dengan presentasi singkat mengenai profil MAN YOGYAKARTA III. Dalam presentasi yang disampaikan oleh Mrs.Laila, salah satu guru Bahasa Inggris di MAYOGA , disampaikan beberapa penjelasan mengenai beberapa point, diantaranya perkenalan umum mengenai madrasah, sejarah MAN Yogyakarta III, keunggulan, program belajar, dan prestasi.

Sebelum penyampaian acara inti yaitu seminar, para mahasiswa dan mahasiswi yang menjadi bagian dari rombongan kunjungan menyempatkan diri untuk menampilkan performance kecil-kecilan yang mereka bawakan. Dalam kesempatan tersebut, sejumlah  tujuh mahasiswa dan dua mahasiswi yang hadir menampilkan dua buah lagu daerah Thailand.Meski tak paham dengan bahasa yang digunakan, Nampak jelas penampilan mereka mendapatkan sambutan yang positif dari peserta seminar. Selain itu banyak diantaranya yang ikut bertepuk tangan , tertular dengan semangat mahasiswa dan mahasiswi dari UTCC tersebut.

Penyampaian materi seminar oleh Mr. JakarinSrimoon,Ph.D. Dalam presentasi yang di dampingi oleh Mrs.Ami Zaenal, beliau menyampaikan pentingnya penguasaan Networking  for Global Education and Bussiness dan menjelaskan profil dari University of Thai Chamber of Commerce selanjutnya beliau menerangkan tentang persaingan ekonomi di Asia Tenggara dan bagaimana UTCC membuktikan bahwa alumni dari UTCC dapat bersaing di dunia.

Kemudian dilakukan sesi tanya jawab,dan dari salah satu penanya yaitu Wulan siswa MAN YOGYAKARTA III yang menanyakan tentang persaingan ekonomi di Asia Tenggara ,Mr JakarinSrimoon,Ph,D menanggapi pertanyaan para siswa dengan ramah,dan antusias. Berakhirnya sesi Tanya jawab dilanjutkan dengan penutupan dan diiringi dengan foto bersama antara Mahasiswa,Mahasiswi UTCC bersama dengan Guru,dan siswa siswi Madrasah.

Setelah acara selesai MAN YOGYAKARTA III menyuguhi beberapa hidangan tradisional  Yogyakarta dan mendapat respon positif dari Mahasiswa Mahasiswi UTCC. Sebelum para mahasiswa UTCC meninggalkan Madrasah mereka mengunjungi perpustakaan Mayoga, dan MrJakarinSrimoon,Ph.D memberikan kesan pesan sebagai bentuk kenang-kenangan dari UTCC untuk Perpustakaan Mayoga.

Setelah puas mengunjungi Perpustakaan Mayoga perjalanan Para mahasiswa UTCC beserta rombongan dilanjutkan kebeberapa tempat bersejarah salahsatunya Candi Borobudur untuk melihat kebudayaan kebudayaan Indonesia.
Kerjasama Mayoga dan Luar Negeri

MAN Yogyakarta 3 sebagai salah satu madrasah terbaik di Yogyakarta memang telah melakukan kerjasama dengan beberapa sekolah maupun universitas di Negara lain. Diantaranya Madrasah Wak Tanjong Singapura, UTTC Thailand, Malaysia, dan beberapa sekolah luar negeri lainnya.

Bukan hanya menjalin sisterschool, bahkan MAYOGA memang sudah beberapa kali melakukan kunjungan ke Negara-negara sisterschool nya. Seperti pada tahun 2013 lalu, delegasi yang berjumlah 32 orang berkunjung ke Singapura dan Malaysia untuk melakukan studi banding dan MoU dengan beberapa sekolah. Selain itu juga berkunjung ke KBRI Malaysia.

Kunjungan berikutnya dilaksanakan pada November 2013 ke Malaysia, Singapura, dan Thailand. Tujuan kegiatan ini adalah : (1) Studi banding penyelanggaraan pendidikan,  (2) Menjalin dan membuka komunikasi lebih luas d engan sekolah (sister school), Perguruan tinggi, dan KBRI. (3) Menanamkan nilai-nilai kebangsaan  siswa dan guru sehingga menjadi pribadi Indonesia yang tangguh dan berkarakter. (4) Membuka wawasan dan cakrawala berpikir para siswa, guru dan pengelola madrasah. (5) Membangun sikap percaya diri siswa. (6) Meningkatkan pemahaman tentang pentingnya budaya, bahasa dan ICT dalam kehidupan global.

Di Singapura, sejumlah 24 orang (1 Komite, 9 Guru dan 14 siswa) melakukan kunjungan ke Nanyang Technology University (NTU). Selain itu, di Thailand juga berkunjung ke UTTC yang kemudian melakukan kunjungan balasan ke MAYOGA pada 26 Maret 2014 lalu. MAYOGA juga melakukan kunjungan ke Santichon Islamic School (SIS). Tak lupa, di Malaysia juga melakukan studi banding di Malaysia Multimedia University (MMU) dan Sekolah Sultan Alam Shah (SAS) Putrajaya.

Mempersiapkan KEA 2015
Di UTTC, dipaparkan  bagaimana Thailand telah mempersiapkan masyarakatnya untuk menghadapi integrasi ASEAN 2015, Komunitas Ekonomi ASEAN (KEA) akan diberlakukan pada 31 Desember 2015, dimana para insinyur, pekerja medis dan tenaga asing lainya, serta produk dari negara-negara ASEAN akan masuk Indonesia. KEA 2015 sesuai dengan kesepakatan para pemimpin ASEAN di Phnom Penh pada November 2012. KEA merupakan hal yang sudah jelas akan kita hadapi sebagai warga Asia Tenggara, karena itu seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat dituntut untuk siap menghadapi dan mengambil manfaat.

Mengingat KEA 2015, memang sudah selayaknya bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas input atau sumber daya manusia yang dimiliki agar nantinya dapat bersaing dengan Negara-negara ASEAN lainnya. Terutama melalui pendidikan. Siswa harus memiliki daya saing secara internasional dan dapat mengembangkan diri dalam rangka menghadapi persaingan di KEA 2015. Salah satunya adalah dengan menjalin hubungan sister school dengan sekolah di Negara lain. (Fatimah Salsabila Az-Zahra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.