Berita

Komisi VIII Apresiasi Kualitas Pembelajaran MAN 3 DIY

Tim Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI melakukan Kunjungan Spesifik (Kunspek) ke Madrasah terpadu DIY Madrasah Aliyah Negeri Yogyakarta III, Madrasah Tsanawiyah Negeri Yogyakarta 1, dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Yogyakarta 1.

Tim Kunspek yang diketuai M.Ali Taher dari (F-PAN) menggelar dialog dengan Kepala Kantor Wilayah Agama Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY) Nizar Ali, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY) Noor Hamid serta jajarannya dan perwakilan guru.

Setelah melakukan dialog tim Kunspek langsung meninjau sejumlah ruangan, di antaranya perpustakaan, ruang belajar mengajar dan berkesempatan langsung berbincang dengan perwakilan murid di MAN 3 DIY.

Menurut Ali Taher, tujuan Kunjungan Spesifik (Kunspek) untuk melihat secara langsung kondisi objektif dan permasalahan pengelolaan madrasah pada tahun ajaran baru 2016-2017, serta mendapatkan masukan mengenai kebijakan pengelolaan madrasah.

Dalam kesempatan yang sama tim Kunspek M. Ali dari (F-PAN) menyambut baik program-program sebagaimana disampaikan Kanwil Kementrian Agama Provinsi termasuk persoalan yang dihadapi dan prestasi yang diraih. Menurutnya MAN Yogyakarta 3 di DIY memiliki kualitas pembelajaran yang baik sehingga bisa mendapatkan bantuan dari program anggaran pendidikan Islam dalam APBN. Selain itu memiliki andil di bidang penyebaran Islam serta mempunyai prestasi dalam bidang Olimpiade IPA dan memiliki Perpustakaan yang menjadi rujukan nasional.

Lebih lanjut disampaikan, MAN ( Madrasah Aliyah Negeri ) 3 Yogyakarta sebagai percontohan atau role model paling tidak di kabupaten dan desa sehingga mempunyai prestasi dan percepatan yang bisa menjadikan lembaga-lembaga pendidikan Islam setara dengan pendidikan lain. Karena mempunyai keunggulan antara lain sikap, pemilihan akhlak, ilmu pengetahuan dan kemandirian.

Hal berbeda disampaikan anggota Komisi VIII Endang Maria Astuti yang masih miris ketika melihat selama ini perhatian Pemerintah khususnya terhadap sekolah-sekolah Islam sangat jauh dari layak di bandingkan sekolah-sekolah negeri pada umumnya. Sama-sama negeri hanya saja ini negeri yang nuansanya Islam dan negeri yang umum sangat jauh sekali.

Karena itu Komisi VIII akan memperjuangkan dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dan berharap Presiden Jokowi konsisten terhadap visi-misi nyawa citanya, ada keberpihakan terhadap sekolah-sekolah yang bernuansa Islam yang di bawah naungan Kemenag dari tingkat bawah sampai atas. Sekolah-sekolah bernuansa agama Islam tidak bisa dipungkiri ikut membentuk karakter bangsa.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY) Nizar Ali memberikan apresiasi atas kunjungan Komisi VIII ke MAN 3 Yogyakarta. Kunjungan ini memberikan manfaat dan bisa menyampaikan aspirasi serta menyampaikan berbagai harapan bagi kemajuan MAN 3.

Pada tahun 2016 madrasah di Jogjakarta menunjukan era kebangkitan terbukti dari minat pendaftar yang sangat tinggi dengan rasio 3:1 ( yang diterima 1 orang dari 3 pendaftar) di tahun depan di Programkan Madrasah menuju era keemasan.

Ditambahkannya untuk mencapai hal tersebut masih adanya kendala yaitu regulasi dan tambahan anggaran. ” Sebanyak apapun kita mempunyai konsep,namun tidak didukung oleh anggaran tidak akan berjalan lancar maka dari itu meminta kepada Komisi VIII yang membidangi Agama, Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Bencana agar bisa memberikan jalan terbaik, ” harapnya.

Kunjungan spesifik ini dikuti juga oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid (F-Gerindra) dan anggota Komisi Erwin Moeslimin Singajuru, Jalaludin Rahkmat dan Mochammad Hasbi Asyidiki Jayabaya dari F-PDIP, Endang Maria Astuti, H.Zulfadhi daari F-Golkar, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (F-Gerindera), Dwi Astuti Wulandari dan Linda Megawati ( F-Demokrat), H Kuswiyanto ( F-PAN), H. An’im Falachuddin Mahrus (F-PKB), H.M. Iqbal Romzi (F-PKS), Muslich ZA (F-PPP) dan Choirul Muna (F-Nasdem).( runi,mp) foto : Runi/mr.

sumber:  http://dpr.go.id

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close