Berita

MAN 3 Sleman Selenggarakan Brainstorming Re-Code Character


Sleman (MAN 3 Sleman) – MAN 3 Sleman nampaknya sangat serius dalam membangun karakter mandiri dan berani bersaing pada siswanya. Hal ini terbukti dengan diadakannya Brainstorming “Re-Code Character” untuk seluruh siswa kelas XII bersama praktisi pendidikan dan juga personal mapping dan coaching Rokhim MA, Senin (16/9) di Ruang Ava MAN 3 Sleman.

Acara tersebut merupakan lanjutan dari acara sebelumnya yaitu FGD Mapping dan Coaching road to success MAN 3 Sleman pada hari Rabu (11/9) yang diikuti oleh seluruh wali kelas XII. Secara garis besar acara Brainstorming “Re-Code Character” ini bertujuan untuk memotivasi, dan mengelompokan siswa berdasarkan karakter belajar yang cocok dengan dirinya sendiri.

Pengelompokan karakter belajar sangat diperlukan oleh siswa, karena dapat memaksimalkan hasil belajar siswa, bisa saja nilainya sekarang sudah bagus tapi belum bisa maksimal di sisi lain, misalnya ya benar nilainya bagus namun belum bisa bersaing atau siap berkompetisi. “Contoh lain, nilai satu mata pelajaran bagus namun di pelajaran yang lain jelek atau bisa jadi sangat jelek, nah dengan mengetahui karakter belajar yang pas untuk dirinya hal itu bisa di hilangkan,” ujar pria yag sering dipanggil Coach Rokhim tersebut.

Acara yang berlangsung kurang lebih tiga jam tersebut berjalan dengan antusias karena dibawakan secara aktraktif dan menarik oleh pemateri, diawali dengan pengkondisian siswa dengan perenungan dilanjutkan dengan pengambilan target nilai Ujian Nasional.

Nur Wahyudin Al Azis, S.Pd, Kepala Madrasah pada sambutannya menyampaikan bahwa prestasi sekolah-sekolah di Kementrerian Agama saat ini sudah bagus prestasinya namun hal itu bisa dimaksimalkan kembali jika siswa kenal dirinya sendiri dan mengetahui karakter belajar yang pas untuk dirinya sendiri “Kita bisa lihat MAN Insan Cendikia dan MAN 2 Malang, preastasinya sangat luar biasa, hal itu menunjukan bahwa sebenarnya kita dapat bersaing dengan sekolah sekolah umum, apalagi sekarang kita dari Kementerian Agama diberikan kebebasan dalam penerimaan peserta didik, dalam hal ini tidak pakai zonasi, namun berdasarkan nilai dan juga kepribadian melalui wawancara, jadi kita benar-benar bisa memilih siswa yang abgsu nilainya dan juga bagus kepribadiannya,” terang Azis.

Selain itu Azis juga menjelaskan, bahwa siswa siswa terpilih tersebut jika didampingi lagi dengan baik akan menghasilkan prestasi yang maksimal. “Bisa kita bayangkan jika bibitnya sudah bagus lalu karakter belajarnya sudah pas, saya yakin siswa kita mampu bersaing, minimal bersaing untuk Ujian Nasional mendatang,” pungkasnya. (Ang)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close