Berita

Ngopi di Hari Kunjung Perpustakaan bersama Kepala MAN 3 Sleman


Sleman (MAN 3 Sleman) – Tahukah Anda bahwasannya hari ini 14 September adalah Hari Kunjung Perpustakaan? Hari ini Rabu (14/9) merupakan momen spesial bagi dunia perpustakaan di Indonesia. Tanggal tersebut oleh pemerintah pusat ditetapkan sebagai hari kunjung perpustakaan. Sedangkan bulan September merupakan bulan gemar membaca. Tujuan keduanya adalah untuk meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia.
Dalam rangka memperingati dan menyemarakkan hari kunjung perpustakaan ini, Perpustakan MAYOGA mempunyai berbagai rangkaian kegiatan. Kegiatan yang diselenggarakan antara lain pemberian reward bagi 20 pengunjung pertama, lomba perpustakaan kelas, dan lomba website.

Terlepas dari rangkaian kegiatan tersebut secara tidak sengaja Nur Wahyudin Al Azis, S. Pd., Kepala MAN 3 Sleman, berkunjung ke perpustakaan dan akhirnya pengelola perpustakaan MAYOGA Ngopi (Ngobrol Pintar) bersama kepala madrasah. Obrolan kali ini seputar perpustakaan, peringatan hari kunjung perpustakaan dan minat baca siswa.

Program-program yang dikembangkan dan dilaksanakan perpustakaan MAYOGA sudah banyak sekali dan luar biasa. Saat ini perpustakaan MAYOGA sedang fokus terhadap perpustakaan kelas dan oase baca. Tujuan dari keduanya adalah mendekatkan buku ke siswa agar minat baca siswa meningkat. Pepatah mengatakan buku adalah jendela dunia, sedang membaca sebagai gerbang peradaban. Jadi dengan membaca buku kita akan memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas. Negara yang memiliki kegemaran membaca tinggi cenderung memiliki peradaban yang lebih maju.

Kendalanya untuk membangun sebuah peradaban di masyarakat dibutuhkan waktu yang cukup lama (bertahap) dan orangnya yang dipola sama. Berbeda dengan di sekolah, siswa hanya tiga tahun, sudah ganti lagi. Maka jika terjadi perubahan sikap dan pola perilaku anak yang awalnya dari tidak cinta membaca menjadi cinta membaca walaupun perubahannya sedikit demi sedikit nanti lama-lama akan banyak siswa yang cinta baca buku.

Perpustakaan juga harus selalu mengikuti Perkembangan teknologi, informasi harus selalu up to date. Koleksi ebook harus ditambah, karena budaya generazi z berbeda denga zaman old. Ini tantangan bagi perpustakaan, generasi Z lebih suka membaca digawai daripada membaca buku cetak. Perpustakaan harus bisa mencari celah untuk membelokkan ke jalan yang benar, mengarahkan agar anak tidak hanya sekedar membaca whatsapp saja. Sekarang generasi muda di negara penemu saja seperti Jepang budayanya sudah berbeda, beberapa tahun yang lalu di Jepang orang-orang yang melakukan perjalanan, menikmati perjalanan dengan membaca buku, mengisi waktu luang dengan membaca buku. sekarang orang-orang Jepang sibuk dengan gawainya masing-masing dan ternyata hanya membaca whatsapp. Nah, bagaimana dengan negara-negara pengguna seperti negara kita? Agar tujuan untuk meningkatkan minat baca tercapai, maka harus mengikuti arus, perpustakaan dilengkapi dengan koleksi digital. Mereka bisa mengakses dan membaca dimana saja. Ketika mereka pegang gawai ada niat untuk membaca koleksi digital. Ini tantangan bagi perpustakaan untuk membuat aplikasi perpustakaan yang menarik bagi mereka. Misalnya yang membuka aplikasi perpustakaan digital akan mendapat reword berupa point paketan data atau pulsa untuk pembaca, dan sebagainya.

Tepat di hari kunjung perpustakaan ini Wahyudin menyampaikan bahwa perpustakaan jika tidak mau ditinggalkan oleh pemustakanya harus senantiasa mengikuti perkembangan dan minat pemustakanya. Pada era sekarang ini terlahir anak-anak generasi Z yang hidup di era digital. Mau tidak mau perpustakaan harus bermetamorfosis ke arah digital sehingga peran perpustakaan semakin maksimal. Meskipun perpustakaan dalam bentuk digital tetapi tetap dikunjungi oleh pemustakanya. Selamat berkunjung, selamat membaca dan salam literasi. (Nzl)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close