Sleman (MAN 3 Sleman) – Menjelang libur Ramadan, suasana di lingkungan PPMU selalu berubah menjadi lebih riuh dari biasanya. Ada satu agenda yang seolah menjadi penanda bahwa rangkaian kehidupan asrama akan segera memasuki jeda: Murafest (Muntasyirul Ulum Ramadhan Festival). Tahun ini, festival santri itu kembali hadir dalam edisi keenamnya, Murafest #6. Bagi para santri, acara ini bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan momen yang selalu dinantikan menjelang berakhirnya rangkaian aktivitas Ramadan di asrama.
Murafest kerap disebut sebagai panggung puncak bagi para santri sebelum kegiatan Ramadan benar benar ditutup. Setelah sebulan penuh menjalani rutinitas ibadah, kajian, dan disiplin kehidupan pesantren, Murafest menjadi ruang untuk menampilkan sisi lain dari kehidupan santri: kreativitas, kerja sama, dan semangat kebersamaan yang selama ini tumbuh di balik aktivitas harian.
Pada tahun ini Murafest mengusung tema Inovasi Turats Islam sebagai Lentera Kemajuan Zaman. Tema ini mengajak para santri untuk melihat kembali khazanah turats Islam bukan sekadar sebagai warisan masa lalu, tetapi sebagai sumber inspirasi yang dapat terus dikembangkan di tengah perkembangan zaman.

Murafest #6 juga menghadirkan sesuatu yang berbeda dibandingkan tahun tahun sebelumnya. Untuk pertama kalinya, panitia PPMU berkolaborasi dengan organisasi DEWA yang ada di madrasah. Kolaborasi ini melahirkan format baru berupa lomba eksternal antar kelas yang melibatkan siswa di tingkat madrasah. Di sisi lain, lomba internal tetap diselenggarakan khusus bagi santri asrama PPMY sehingga tradisi kompetisi antar santri tetap terjaga.
Puncak acara Murafest #6 digelar pada Sabtu (14/3/2026) malam. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pengajian yang disampaikan oleh Ustadz Ransi Al Indragiri. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya keberanian generasi muda untuk mengembangkan turats di tengah perkembangan zaman. “Warisan keilmuan Islam tidak cukup hanya dipelajari, tetapi juga perlu diolah dan dikembangkan agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat masa kini,” ucapnya.

Setelah pengajian selesai, kegiatan dilanjutkan dengan agenda buka bersama. Para komite, pengasuh, mudir, dan tamu undangan melaksanakan buka bersama secara terpisah dari para santri. Sementara itu, para santri melaksanakan buka bersama di lingkungan asrama bersama teman teman mereka.
Memasuki malam hari, setelah pelaksanaan shalat tarawih berjamaah, rangkaian acara dilanjutkan dengan Exhibition Night yang menjadi bagian paling meriah dari Murafest. Penampilan pembuka diawali dengan kemunculan maskot Aladin, Jin, dan Yasmin yang langsung mengundang sorak sorai penonton.
Setelah itu, panggung diisi oleh berbagai penampilan dari setiap kompleks. Para santri menampilkan kreativitas mereka dalam berbagai bentuk pertunjukan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Puncaknya, diumumkan para pemenang lomba. Malam puncak Murafest #6 akhirnya ditutup dengan kembang api yang menghiasi langit malam, menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan.
Murafest #6 pun resmi berakhir. Sebuah perayaan sederhana yang menjadi ruang bagi santri untuk menutup perjalanan kegiatan Ramadan dengan penuh kebersamaan dan kreativitas. Sampai jumpa di Murafest #7 tahun depan. (tsa)
Kontributor: Tsaqifa Aulya