Berita

Jazamah Fitriyani, Guru MAN 3 Sleman Raih Juara 1 Guru Berprestasi Tingkat Provinsi DIY


Sleman (MAN 3 Sleman) – Tahun 2020, Kementerian Agama DIY kembali menyuguhkan beberapa jenis lomba seperti pembuatan video pembelajaran kreatif dan inovatif di masa pandemi, pembuatan media pembelajaran online, pengiriman karya buku, pemilihan guru inspiratif dan guru berprestasi. Lomba tersebut diikuti oleh guru-guru tingkat RA, MI, MTs, dan MA dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Guru Nasional.

Selasa (24/11) berbarengan dengan acara launching Gerakan Pemberdayaan Komunitas Guru Madrasah (Garda Kagum) dan aplikasi pelaporan belanja TPG, nama-nama guru peraih penghargaan disebutkan secara live zoom. Seperti yang disampaikan oleh Kasi Guru Kemenag DIY, Drs. Ahmad Suud bahwa kemenangan lomba ini merupakan capaian yang luar biasa, dalam kurun waktu kurang dari sepuluh hari sejak informasi lomba digulirkan.

“Antusias Bapak/Ibu guru sungguh luar biasa, tampak dari jumlah video yang masuk ke panitia mencapai 460 video. Tim juri sampai ‘puyeng’ menilainya,” terang Suud sebelum membacakan nama para juara.

Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY No. 1261 tahun 2020 tentang penetapan pemenang lomba dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional Tingkat DIY tahun 2020 muncullah 41 nama guru sebagai juaranya. Dra. Jazamah Fitriyani, S.Pd. salah satu nominasi guru berprestasi berhasil menyabet juara 1 tingkat MA dengan perolehan skor 25.

“Syukur Alhamdulillah, bisa mendapat tambahan ‘gacuk’ PAK. Saya tidak menduga jika akan mendapat nomor satu karena persiapan yang kurang dan pengiriman berkas sudah mepet deadline,” terang Ms Fitri pengampu mata pelajaran bahasa Inggris ini.

Kemenangan ini bukanlah kali pertama bagi Ms Fitri sebagai guru berprestasi. Untuk ikut lomba di tingkat provinsi, para kandidat lomba gupres harus lolos di tingkat kabupaten terlebih dahulu. Tahun 2015 dirinya berhasil meraih juara 3 guru berprestasi tingkat provinsi. Pada tahun 2019 dalam kategori dan lingkup yang sama guru bahasa Inggris ini meraih juara 2 tingkat provinsi.

Fitri juga pernah memperoleh juara 1 lomba KTI yang diadakan oleh kantor Kemenag kabupaten Sleman dalam rangka HAB Kemenag pada tahun 2017. Dan pada bulan Juli 2018, proposal Fitri lolos di tingkat Seameo Seamolec (Asia Tenggara) untuk mendapatkan dana hibah sejumlah tujuh juta lima ratus ribu rupiah setelah melaksanakan program Seamolec tersebut.

“Selamat dan sukses untuk Bu Fitri, semoga menjadi kemenangan yang berkah barokah dan menginspirasi rekan-rekan yang lain,” ucapan selamat Bapak/Ibu guru dalam grup WhatsApp.

Ms Fitri membagikan beberapa tips yang bisa dilakukan Bapak/Ibu guru untuk lebih giat berpartisipasi dalam ajang perlombaan. Menurutnya kegiatan-kegiatan tersebut sangat penting untuk bekal kenaikan pangkat, termasuk syarat mengikuti lomba guru berprestasi.

“Bapak/Ibu semua sebenarnya bisa mengikuti lomba dan mendapatkan juara. Syarat-syarat yang digunakan sudah dimiliki Bapak/Ibu semua yaitu sama dengan syarat untuk kenaikan pangkat. Mari Bapak/Ibu semua membuat modul, diktat, menulis buku, media pembelajaran, tinjauan ilmiah, artikel, PTK, jurnal, aktif mengikuti lomba, dan seterusnya,” pesan Ms Fitri dalam chatt whatsAppnya.

Berkat ketelatenan dan keaktifan beliau, banyak penghargaan yang diraih. Hal ini menjadi cambuk semangat untuk guru-guru muda agar bisa mengikuti jejak beliau. Karena selain berguna untuk diri sendiri, penghargaan seperti ini juga akan mengharumkan nama baik madrasah. (est)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button