Sleman (MAN 3 Sleman) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Sleman menggelar kegiatan pembekalan peserta manasik haji sebagai bagian dari rangkaian program ARAFAH (Aksi Refleksi Akhlak & Fikih Amalan Haji) bagi siswa kelas X tahun 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal sebelum pelaksanaan praktik manasik haji yang insya Allah akan dilaksanakan pada Rabu (29/4/2026) di Wisata Edukasi Religi “Qolbu” Boyolali, Jawa Tengah.
Pembekalan yang dilaksanakan pada Selasa (28/4/2026) di Masjid Muntasyirul Ulum ini menghadirkan narasumber Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sleman, Nanang Suryana, S.Ag., M.S.I. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa ibadah haji merupakan perintah Allah sekaligus rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan bagi umat Islam yang mampu.
Selain itu, beliau juga memberikan sosialisasi terkait pendaftaran haji sejak dini. Peserta didik diinformasikan bahwa pendaftaran haji dapat dilakukan mulai usia 12 tahun, dengan kemungkinan keberangkatan paling tidak pada usia 16 tahun, tergantung antrean. Oleh karena itu, beliau mengingatkan agar tidak menunda pendaftaran haji.

Materi pembekalan meliputi bacaan talbiyah, adab berhaji, serta pentingnya menjaga ucapan dan perilaku selama menjalankan ibadah. Dalam hal ini, peserta diingatkan untuk senantiasa menjaga sikap, menghindari konflik, serta menjunjung tinggi etika selama berada di Tanah Suci.
Pada aspek fikih, peserta mendapatkan pemahaman tentang rukun haji, wajib haji, serta syarat wajib haji dan umrah. Lebih mendalam lagi, dijelaskan pula filosofi di balik setiap rangkaian ibadah haji. Penggunaan kain ihram putih tanpa jahitan, misalnya, melambangkan kesetaraan derajat manusia di hadapan Allah SWT. Wukuf di Padang Arafah menjadi simbol pengakuan dosa dan refleksi diri, sementara rangkaian ibadah seperti tawaf, sa’i, tahalul, dan lempar jumrah menggambarkan ketaatan, perjuangan, serta pengendalian diri.

Dalam kesimpulannya, disampaikan bahwa niat merupakan aspek paling mendasar dalam pelaksanaan ibadah haji. Selain itu, seluruh rangkaian ibadah haji sejak persiapan hingga kembali ke tanah air mengandung nilai-nilai pembelajaran moral.
Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah bidang Kesiswaan, Siti Mutmainah menyampaikan tata tertib pelaksanaan manasik haji. Beliau menekankan pentingnya menjaga nama baik sekolah serta menyadari bahwa seluruh peserta adalah duta madrasah.
Pembekalan juga dilengkapi dengan praktik tata cara penggunaan kain ihram yang disampaikan oleh Eny Isnaini Nazilaturrohmah. Dalam sesi ini, peserta diperagakan secara langsung cara mengenakan kain ihram oleh guru dan beberapa siswa putra. Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan manasik haji dengan tertib, khidmat, dan penuh makna. (yul)
Kontributor: Yuli Astuti