Sleman (MAN 3 Sleman) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter siswa melalui kegiatan alam terbuka. Pada tanggal 03–05 April 2026, MAN 3 Sleman memberangkatkan tim PALAMAGA (Pecinta Alam MAN 3 Sleman) untuk melaksanakan ekspedisi pendakian ke Gunung Lawu.
Kegiatan ini mengusung tema “Tapak Rimba Lawu: Mendaki dengan Etika, Pulang Membawa Makna”, yang diikuti oleh 16 peserta siswa, didampingi oleh 1 orang pembina dan 2 guru pendamping. Ekspedisi ini diharapkan dapat berjalan dengan lancar serta memberikan pengalaman berharga bagi seluruh peserta.

Dalam sambutan Kepala madrasah, Singgih menyampaikan bahwa Gunung Lawu bukan sekadar hamparan tanah dan bebatuan, melainkan sebuah “madrasah tanpa dinding” tempat belajar yang sesungguhnya bagi para pecinta alam. Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang mencapai puncak, tetapi juga tentang proses pembelajaran, pembentukan karakter, dan penguatan nilai spiritual.
“Kami titip pesan pada anak anakku untuk senantiasa menjaga nilai-nilai selama kegiatan berlangsung, antara lain: tidak melupakan ibadah dalam kondisi apa pun, mengutamakan adab serta keselamatan, menjaga kelestarian alam dengan prinsip: tidak meninggalkan apa pun selain jejak, tidak mengambil apa pun selain foto, dan tidak membunuh apa pun selain waktu,” ucap Singgih.
Kegiatan pendakian ini menuntut kesiapan fisik dan mental yang kuat. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memantapkan diri sebagai generasi emas menuju Indonesia 2045.


Selain sebagai bentuk tadabbur alam, ekspedisi ini juga menjadi sarana penerapan konsep ekoteologi yang merupakan bagian dari program Kementerian Agama. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk memahami hubungan antara manusia, alam, dan nilai-nilai ketuhanan secara lebih mendalam.
Ekspedisi ini juga menjadi wujud nyata penerapan nilai Panca Cinta, yaitu cinta Allah & Rasul, cinta ilmu, cinta sesama, cinta lingkungan, dan cinta diri & sesama. Seluruh peserta diharapkan dapat mengikuti arahan instruktur selama kegiatan berlangsung demi kelancaran dan keselamatan bersama.
Sebagai bagian dari aksi nyata ekoteologi, peserta juga akan melaksanakan penanaman 8 bibit pohon yang merupakan bantuan dari KUA Kapanewon Depok. Selain itu, kegiatan sosial berupa pembagian Al-Qur’an juga menjadi agenda dalam ekspedisi ini.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman mendaki, tetapi juga membawa pulang nilai-nilai kehidupan yang bermakna serta semakin memperkuat karakter sebagai generasi yang peduli terhadap lingkungan dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. (mia)
Kontributor: Islamiatur Rohmah