Berita

MAN 3 Sleman Menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Pramuka Ke-58


Sleman (MAN 3 Sleman) – MAN 3 Sleman melaksanakan upacara dalam rangka memperingati Hari Jadi Pramuka ke-58, Rabu (14/08/19) di halaman depan madrasah. Adapun tema yang diusung “Bersama Seluruh Komponen Bangsa Siap Sedia Membangun Keutuhan NKRI.”

Upacara dipimpin pembina pramuka gugus depan Sleman, 06.071 – 06.072 pangkalan MAN 3 Sleman Failasuffah, M.Pd.I. Dalam amanatnya, Ia menyampaikan selamat Hari Pramuka ke-58 bagi segenap jajaran dan keluarga besar Gerakan Pramuka di seluruh Indonesia serta menyampaikan harapan pramuka dapat menanamkan jiwa nasionalisme sejak dini kepada siswi-siswi MAN 3 Sleman.

Pada kesempatan ini, Failasuffah membacakan amanat dari Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso yang berisi 6 hal yang diamanahkan kepada seluruh anggota pramuka, yaitu : pertama, himbauan tentang bahaya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme serta ancaman terpaparnya radikalisme di Indonesia. Kedua, ketahanan pangan Indonesia yang semakin rentan perlu perhatian khusus karena Indonesia sangat bergantung pada impor pangan dari Negara luar yang akan merugikan nasib petani Indonesia itu sendiri. Isi dalam amanat tersebut mengajak kepada setiap anggota pramuka untuk sejauh mungkin tidak mengkonsumsi produk pertanian dan pangan impor, dan beralih pada produk lokal di setiap kegiatan pramuka dan keseharian.

Ketiga, kerusakan dan pencemaran lingkungan menjadi tanggung jawab kita semua, oleh karena itu pada tataran softskill, Kwartir Nasional mengembangkan suatu sikap hidup dan standart baru, yang diharapkan dapat membudaya, mengakar dan menginternalisasi serta mendalam dalam lubuk hati setiap anggota pramuka. Keempat, kegagalan umat manusia memeihara kelestarian lingkungannya sama artinya undangan terbuka bagi berbagai bencara seperti banjir, longsor dan sebagainya.

Yang kelima, rasa keprihatinan tentang belum terstandartnya seragam pramuka, baik warna, desain, atribut dan tata cara penggunaannya, menunjukan kurangnya perhatian selama ini terhadap arti penting persatuan dan kesatua. Dan yang keenam dan terakhir yaitu, kegiatan gerakan pramuka merupakan bagian dari system pendidikan nasional, sehingga penyelarasan dengan pendidikan formal dan pendidikan non formal lainnya menjadi sangat penting, oleh karena itu Kwatir Nasional pada peringatan hari Pramuka Tahun 2019 meminta kepad Presiden Republik Indonesia untuk meluncurkan pramuka Pra-siaga yaitu gerakan pramuka bagi anak- anak yang belum berusia 7 (tujuh) tahun. (feb/tnf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button