Berita

Pembekalan KSM MAN 3 Sleman, Road to Success


Sleman (MAN 3)-Pelaksanaan KSM (Kompetisi Sains Madrasah) tingkat nasional yang akan berlangsung pada tanggal 16-20 September 2019 di Manado tinggal dalam hitungan jari. Berbagai upaya telah dilakukan oleh MAN 3 Sleman sebagai ikhtiar untuk mengantarkan 2 (dua) siswanya, Muhammad Wafiq Naja untuk bidang Geografi Terintegrasi dan Zakia Nurlaili Umi Hanifah bidang Ekonomi meraih kesuksesan di tingkat nasional. Bimbingan dan pendampingan terus diintensifkan, dengan mendatangkan para ahli dari Tentor SSC Intersolusi, Dosen UII, KOJA (Kelompok Olimpiade Jogja), maupun dari para guru bidang studi dan guru agama.

Penguasaan terhadap materi itu harus, namun yang tak kalah penting adalah penguasaan diri saat berlaga di arena kompetisi. Maka untuk membekali dua pejuang KSM ini, MAN 3 Sleman pada Jumat (6/9) mendatangkan Coach Rochim, Personal Character Mapping yang juga Komisioner KPAI (Komisi Perlindungan Anak) Kota Yogyakarta untuk bisa melecutkan semangat kedua siswa MAN 3 Sleman ini dan memperoleh keyakinan diri yang kuat.

“Keyakinan itu penting, karena bagian dari doa. Motivasi dan keyakinan merupakan modal yang paling urgent, karena tanpa hal itu maka akan hancur semua persiapan dan usaha-usaha yang sudah dilakukan,”tegas Nur Wahyudin Al Azis, S.Pd, Kepala MAN 3 Sleman yang turut hadir dan mendampingi acara beserta Hasti Budiyaningrum, S.Pd, Staf Kesiswaan Bidang Pemenangan Lomba sekaligus Guru Geografi, dan Toni Poerwanti, M.Pd, WaKa Sarana Prasarana yang sekaligus juga Guru Ekonomi Akuntansi MAN 3 Sleman.

Dikatakan, bahwa sudah seminggu lebih kedua siswa kami ini tidak mengikuti pelajaran di kelas, seperti teman-temannya, tetapi kami drill untuk fokus pada penguasaan materi sesuai bidang mata pelajarannya bersama para pelatih di ruang perpustakaan ini. Setelah sebelumnya juga telah dikolaborasikan dengan bidang lain, yakni Bahasa Arab dan Fikih. Dimana saat ini, model soal KSM tidak hanya fokus pada sains semata, tetapi diintegrasikan dengan nilai-nilai keislaman yang merupakan penciri khas dari pendidikan di madrasah.

“Minggu ini adalah finalisasinya, maka kami mohonkan kepada Pak Rochim untuk dapat lebih menguatkan dan memperteguh keyakinan bagi kedua siswa kita ini agar tidak tergoyahkan saat nanti tiba waktunya terjun di arena kompetisi nasional.”pinta Nur Wahyudin.

Bertempat di Ruang Referensi Perpustakaan MAYOGA, Coach Rochim menghabiskan waktu sekitar 3 jam an untuk menggali sekaligus memotivasi tentang apa gaya belajar yang diterapkan, kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh masing-masing siswa ini. “Hari ini saya tidak hanya akan memotivasi kalian, tetapi model yang saya terapkan adalah dengan coaching, yaitu dengan pertanyaan dan latihan-latihan yang harus kalian selesaikan dan ada lembar kuisioner yang harus kalian isi pula. Saya akan coba pula me-mapping per individu apa kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Bahwa kekuatan itu nantinya bisa dipantik, dan kelemahan harus dikubur. Yang berikutnya, berhubungan dengan potensi diri dan karakter. Hal ini untuk mengetahui gaya tarung, apa gaya tarung kita dan apa gaya tarung lawan kita. Ini penting. Dan yang tak kalah penting adalah nanti akan saya bimbing sesuai style masing-masing apa yang harus dan tidak Anda lakukan mulai detik ini hingga tiba masanya terjun di arena pertarungan. Nah prepare yang harus kalian siapkan adalah kerja keras, belajar ikhlas, belajar cerdas, dan belajar tuntas atau profesional. Dan hari ini, Anda berdua akan saya bimbing bersama guru-guru hebat disini, dan akan saya kenalkan siapakah diri anda masing-masing. Dengan mengenali diri sendiri, maka kalian akan tambah yakin dan mantab membawa bendera MAN 3 Sleman dan nama besar DIY sehingga bisa mengangkat nama dan citra sekolah.” Demikian prakata dari Coach Rochim MA sebelum mengawali materinya.
Pembekalan KSM melalui motivasi dari Coach Rokhim sangatlah menarik. Peserta diajak untuk mengeksplore siapakah dirinya. Termasuk mengenali karakter, gaya belajar, kekuatan dan kelemahan sendiri. Yang tak kalah menarik adalah setelah mengetahui potensi masing-masing, maka Coach Rokhim memberikan tips dan solusi bagaimana mengoptimalkan kelebihan dan menutupi atau menghapus kelemahan itu.

Dan setelah mengikuti pelatihan ini, ditemui secara terpisah Zakia merasa ada perbedaan yang terjadi dalam dirinya. “Saya merasa lebih tenang namun tetap optimis, lebih yakin pada diri sendiri, dan lebih semangat,” terangnya.

Sementara itu, ditemui melalui telepon genggamnya, Hasti Budiyaningrum, S.Pd, Guru Geografi yang juga sekaligus sebagai pendamping kontingen hingga ke Madano nantinya, menyatakan kepuasannya akan kegiatan motivasi dari Coach Rokhim ini. Karena motivasi ini tidak hanya berhenti sampai di hari ini, tetapi akan terus berlanjut, didampingi dan dikawal terus oleh beliau. Gaya belajar akan terus dipantau, bagaimana mengelola kelebihan sebagai sebuah hal yang harus terus dipertahankan, dan kelemahan harus terus diexplore, karena kelemahan itu merupakan potensi yang belum tergali.

“Materi sudah dan terus akan berproses, harapan saya semoga kedua siswa kita akan memperoleh hasil terbaik, dan pulang bawa medali, Amin.” Demikian Hasti mengakhiri percakapannya. (Rta)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close