Wujudkan Madrasah Minim Sampah, MAN 3 Sleman Gandeng FT UGM untuk Mengembangkan Teknologi Pengolahan Limbah

Sleman (MAN 3 Sleman) – Sebagai langkah konkret mengawal program inovasi Mayoga Gemilang, rombongan MAN 3 Sleman melakukan kunjungan edukasi ke Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) pada Jumat (6/3/2026). Kunjungan ini berfokus pada studi tiru pengelolaan sampah berkelanjutan guna mengubah paradigma siswa dari sekadar “membuang sampah pada tempatnya” menjadi “mengolah sampah dari sumbernya.”

Berdasarkan rekomendasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), FT UGM dipilih sebagai rujukan karena keberhasilannya dalam menerapkan teknologi pengolahan limbah yang mumpuni. Rombongan MAN 3 Sleman disambut hangat oleh Kepala Kantor Administrasi FT UGM, Doni Agus Wijayanto, S.E., M.M.

Dalam sambutannya, Doni menegaskan bahwa FT UGM tidak hanya berkonsentrasi pada aspek akademik, tetapi juga berkomitmen kuat terhadap kelestarian lingkungan.

“Kami membudayakan belajar yang tidak hanya terpaku pada pengetahuan, namun juga belajar dari lingkungan melalui prinsip SHE (Safety, Health, Environment) dan integritas. Harapannya, kolaborasi FT UGM dan Mayoga ini tidak berhenti di sini, melainkan bersifat sustainable atau berkelanjutan,” ujar Doni.

Kepala MAN 3 Sleman, Singgih Sampurno, S.Pd., M.A., menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran teknis mengenai pembangunan bank sampah dan sistem pemilahan yang efektif. Hal ini mendesak mengingat estimasi produksi sampah di lingkungan madrasah mencapai angka yang cukup besar.

Narasumber FT UGM, Daniel Tanto, S.I.Kom, memberikan gambaran matematis terkait beban sampah yang harus dikelola. Dengan populasi siswa dari tiga madrasah yang mencapai 1.900 orang, diasumsikan setiap individu menyumbang 0,3 kg sampah. Total Sampah Harian: 1900×0,3=570 kg per hari.

Daniel menekankan bahwa pengelolaan sampah harus dilakukan secara profesional dengan prinsip: Terhitung, Tercatat, dan Terukur. Beliau merinci pemilahan sampah menjadi kategori organik, anorganik (layak guna dan non-layak guna), serta penanganan khusus saat terjadi lonjakan sampah pada acara tertentu. Ia juga menyarankan pentingnya menjalin kerja sama dengan off-taker untuk mengelola sampah residu agar tidak menumpuk di TPA.

Langkah yang dilakukan ini merupakan bagian dari program Ekoteologi yang digalakkan MAN 3 Sleman, yang mencakup kegiatan tebar benih ikan, melepas burung, dan menanam pohon. Saat ini, Mayoga juga telah aktif bekerja sama dengan LP3R serta melibatkan warga sekitar dalam menjaga ekosistem lingkungan.

Dengan adanya fasilitasi dan pendampingan dari FT UGM, MAN 3 Sleman berharap dapat mereduplikasi teknologi pengolahan sampah di lingkungan madrasah untuk membentuk kesadaran siswa yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. (isn)

 

Kontributor: Isni Kurnia R

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *