Berita

Jadilah Mata Lebah, Pesan Virtual Coaching MAN 3 Sleman


Sleman (MAN 3 Sleman)—“Jadilah Mata Lebah”, merupakan isi pesan dalam materi Virtual Coaching MAN 3 Sleman yang dilaksanakan pada Senin, (20/7/2020) di Studio Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) Perpustakaan MAN 3 Sleman. Virtual coching merupakan agenda tambahan dalam rangkaian MATSAMA 2020, sebagai sebuah upaya untuk memotivasi dan me-recharge semangat belajar bagi siswa baru kelas X di kampus MAN 3 Sleman.

Hal tersebut seperti disampaikan oleh Supri Madyo Purwanto, S.Pd., Waka Kesiswaan yang juga sekaligus sebagai Ketua Panitia MATSAMA MAN 3 Sleman 2020 dalam sebuah kesempatan menyatakan bahwa virtual coaching ini sebagai bonus istimewa bagi siswa kelas X, setelah seminggu penuh mereka mengikuti serangkaian kegiatan MATSAMA dan tes penjurusan.

“Setelah MATSAMA terlampaui, tentu hal berikutnya yang harus dihadapi oleh para siswa kelas X adalah mengikuti proses pembelajaran. Padahal, kegiatan belajar mengajar saat ini masih akan tetap berlangsung secara daring, belum bisa pembelajaran normal di madrasah. Untuk itulah, kami menghadirkan Coach Rohiem, MA., untuk memberikan suntikan motivasi bagi para siswa kelas X, agar mereka semakin mantab dan tetap semangat meski mengikuti pembelajaran dari rumah masing-masing,” tegas Supri Madyo.

Kali ini, Virtual Coaching Mayoga berhasil menghadirkan Coach Rohiem, MA., sebagai narasumber yang merupakan seorang Counsellor Kepribadian Anak dan Keluarga, juga seorang Coach dan motivator Parenting Nasional. Materi virtual coaching yang bertajuk “Asyik Belajar di Rumah Saat Pandemi Covid-19” ini disampaikan melalui Zoom Meeting dan live streaming di channel Youtube MAN 3 Sleman.


Mengawali materinya, Coach Rohiem menyampaikan tentang tiga (3) tipe anak pembelajaran saat Covid-19. Yaitu: 1) Tipe Quitter (masa bodoh), 2) Tipe Camper (setengah-setengah), dan 3) Tipe Climber (pendaki tangguh). “Tipe Climber lah yang paling ideal di masa pandemi ini, dimana tipe climber adalah tipe “mata lebah”, fokusnya pada kebaikan dan solusi. Selalu fokus pada solusi, bukan masalah. Kalau fokus kalian pada keburukan dan masalah, maka itu seperti layaknya mata lalat,” tutur lelaki yang pernah menjabat sebagai Komisioner KPAI Kota Yogyakarta ini.

“Ada empat (4) pilar sinergi asyik pembelajaran di rumah, yaitu : 1) Vision. Kalau kalian tidak bisa mensinergikan antara pembelajaran di madrasah dan di rumah, maka yang ada adalah kekacauan. 2) Skill dan Resouces. Kalau keterampilan dalam mencari dan menemukan sumber belajar, maka yang akan terjadi adalah kecemasan. 3) Communication and Evaluation. Jika hal ini tidak kalian lakukan, maka kalian akan frustasi, dan 4) Internet. Saat kondisi pandemi, maka jaringan internet adalah hal yang pokok. Maka jika hal ini tidak terfasilitasi, maka yang akan terjadi adalah penolakan dan kegagalan,” lanjut Coach Rohiem.

Sebagai penutup, Coach Rohiem berpesan dua hal pada peserta virtual. “Pertama, tetaplah menjadi mata lebah, yang selalu fokus pada kebaikan maka itulah yang akan berkembang. Dua, Covid boleh melokcdown fisik kalian, tetapi jangan sampai melockdown jiwa kalian. Terus sinergikan dengan orang tua, para guru, dan sambungkan dengan Allahu Rabbi. Insha Allah Allah bersama kalian, dan kalian akan bahagia,” pungkas Coach Rohiem mengakhiri materinya. (rta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button