Berita

MAN 3 Sleman Kunjungi BMKG, Upaya Sukseskan KSM Nasional


Sleman (MAN 3 Sleman) – Ikhtiar demi ikhtiar terus dilakukan oleh kontingen MAN 3 Sleman untuk memenangkan KSM (Kompetisi Sains Madrasah) tingkat nasional yang akan digelar di Manado pada tanggal 16-21 September mendatang. Berbagai strategi dan upaya terus diintensifkan. Termasuk salah satunya adalah melakukan kunjungan studi di BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) DIY yang berada di Jl. Kabupaten Km. 5,5 Joten Sendangadi Mlati Sleman.

Dengan ditemani oleh guru pendamping yang sekaligus guru Geografi MAN 3 Sleman, Hasti Budiyaningrum, S.Pd dan Laboran MAN 3 Sleman, Sri Hidayati, S.Si, pada Kamis (12/9) Muhammad Wafiq Naja, peserta KSM dari MAN 3 Sleman untuk bidang Geografi Terintegrasi melakukan observasi untuk mengetahui cara kerja alat ukur unsur-unsur cuaca dan iklim di kantor BMKG DIY.
“Kunjungan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi terkait dengan materi eksplorasi atau praktikum Geografi. Mengingat bahwa untuk bidang Geografi Terintegrasi tidak hanya ujian teori semata, tetapi eksplorasi atau praktikum ini juga akan diujikan di KSM nasional,” demikian seperti diterangkan oleh Hasti Budiyaningrum.

Tepat pukul 09.00 WIB kontingen KSM MAN 3 Sleman diterima langsung oleh Etik Setyaningrum, M.Si., Kepala Kelompok Data dan Informasi dengan didampingi oleh Subardi, SP., Pengamat Meteorologi dan Geofisika di Unit Observasi Stasiun Klimatologi Mlati 2 Yogyakarta. Untuk selanjutnya, kunjungan studi ini dikemas dengan tanya jawab seputar materi cuaca dan iklim sekaligus sharing pengalaman terkait ketugasan beliau sebagai Pengamat di kantor BMKG, sebelum pada akhirnya Muhammad Wafiq diajak untuk melihat dan belajar langsung dengan alat ukur cuaca dan iklim beserta cara kerjanya.

Dalam kunjungan ini, setidaknya ada 12 alat ukur yang telah dipelajari oleh Naja, demikian sapaan keseharian untuk Muhammad Wafiq Naja. Dia sangat antusias mengikuti semua rangkaian kegiatan dalam kunjungan ini. Dimana selama ini yang dia ketahui barulah sebatas teori di kelas, atau membaca dari buku-buku, sehingga terkadang masih terasa fiktif. “Menarik sekali. Sungguh, saya merasa sangat senang. Ini adalah pengalaman pertama saya bisa melihat dengan mata kepala sendiri dan belajar langsung mengenai pengamatan cuaca. Pengalaman yang amat sangat bermanfaat, semoga apa yang saya pelajari hari ini, akan keluar sebagai bahan materi soal di kompetisi nanti.” harap Naja sambil mengakhiri kesaksiannya. (Rta)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close