Sleman (MAN 3 Sleman) – Suasana ruang AVA PPMU tampak berbeda pada Rabu pagi (25/2/2026). Deretan santri kelas X dan XI memenuhi ruangan dengan wajah antusias, menandai dibukanya secara resmi Murafest #6, agenda tahunan yang selalu hadir setiap bulan Ramadhan.
Prosesi pembukaan kemudian dimeriahkan dengan penampilan perdana grup nasyid Az-Zahra, yang untuk pertama kalinya dibentuk di lingkungan PPMU. Grup ini tampil membawakan lantunan sholawat dengan penuh kekhidmatan. Pembukaan dilakukan langsung oleh Pengasuh PPMU, Zaenal Abidin yang akrab disapa Abah. Dalam seremoni tersebut, beliau didampingi Kepala Madrasah, Singgih Sampurno serta ketua asrama Wahidatul Mukarromah.
Murafest#6 kali ini menegaskan bahwa Ramadhan bukan semata momentum peningkatan kualitas iman dan ibadah secara individual, tetapi juga ruang pembentukan karakter, kreativitas, dan tanggung jawab sosial. “Ramadhan harus melahirkan pribadi-pribadi yang siap terjun di tengah masyarakat,” ujar Singgih.
Murafest yang merupakan akronim dari Muntasyirul Ulum Ramadhan Festival telah menjadi tradisi intelektual dan kultural di lingkungan PPMU. Setiap tahunnya, kegiatan ini dirancang bukan sekadar perlombaan seremonial, melainkan sebagai wahana penguatan soft skills, kepemimpinan, serta kompetensi religius santri.
Kepala MAN 3 Sleman dalam sambutannya menyampaikan harapan agar ajang organisasi dan perlombaan seperti Murafest mampu menjadi bekal nyata bagi para santri ketika kembali ke kampung halaman masing-masing.
“Anak-anak harus siap menjadi imam, memimpin tahlil, memandikan dan menshalati jenazah, serta berperan aktif dalam kehidupan sosial-keagamaan masyarakat,” ujarnya. Menurutnya, pendidikan pesantren tidak berhenti pada ranah kognitif, tetapi harus menyentuh dimensi praksis.

Tahun ini, Murafest #6 mengusung tema “Inovasi Tarikh Islam sebagai Lentera Kemajuan Zaman”. Tema tersebut merefleksikan upaya membaca sejarah Islam bukan sebagai romantisme masa lalu, melainkan sebagai sumber inspirasi untuk menjawab tantangan kontemporer. Secara konseptual, pendekatan ini sejalan dengan paradigma pendidikan integratif yang menghubungkan nilai historis, spiritual, dan transformasi sosial.
Rangkaian lomba akan digelar pada 7 Maret 2026, meliputi berbagai cabang seni dan keterampilan keagamaan, seperti lomba memasak, fashion show busana muslim, MHQ (Musabaqah Hifzhil Qur’an), MTTQ (Musabaqah Tartilil Qur’an), nasyid, serta story telling islami. Setiap cabang dirancang untuk mengakomodasi potensi beragam santri, baik dalam aspek estetika, literasi, maupun kemampuan publik speaking.
Momentum puncak Murafest akan berlangsung pada 14 Maret 2026 dengan menghadirkan narasumber berkualitas dalam sesi inspiratif yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama. Selepas shalat Isya dan tarawih, panggung Murafest akan dimeriahkan penampilan-penampilan spektakuler dari para santri menjadi simbol perayaan kreativitas sekaligus refleksi spiritual di bulan suci.
Adapun sasaran kegiatan ini adalah seluruh santri kelas X dan XI PPMU. Dengan atmosfer kompetitif yang sehat dan kolaboratif, Murafest #6 diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga ruang pembelajaran kontekstual yang membentuk generasi religius, adaptif, dan siap berkontribusi bagi masyarakat. (tsa)
Kontributor: Tsaqifa Aulya