Ramadhan Bermakna: Siswa MAN 3 Sleman Diajak Jaga Lisan dan Jempol di Era Digital

Sleman (MAN 3 Sleman) – Masjid Muntasyirul Ulum MAN 3 Sleman, pada Rabu (25/02/2026) melaksanakan agenda rutin pagi selama bulan Ramadhan yaitu Sholat Dhuha, Doa dan Asmaul Husna dilanjutkan Kultum pagi. Ratusan siswa dan guru berkumpul untuk mengikuti agenda tersebut. Kultum pagi kali ini membawa pesan mendalam mengenai tantangan ibadah di era modern.

Tampil sebagai pembicara, Farah Hilda Efendi, siswi kelas XR, membawakan materi bertajuk “Menjaga Lisan dan Jempol di Bulan Ramadhan”. Dalam paparannya, Farah menekankan bahwa hakikat puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga menahan diri dari segala perbuatan sia-sia, termasuk aktivitas di media sosial.

Farah mengingatkan rekan-rekannya bahwa di era digital, “tajamnya lidah” kini telah bersanding dengan “tajamnya jari”. Setiap ketikan di layar ponsel memiliki bobot pertanggungjawaban yang sama beratnya dengan ucapan lisan.

Dalam kultum tersebut, ia memaparkan beberapa landasan syar’i sebagai pengingat:

  • QS. Al-Ahzab: 70: Perintah Allah SWT untuk senantiasa berkata benar (qaulan sadida).
  • QS. Qaf: 18: Penegasan bahwa tidak ada satu kata pun yang terucap melainkan ada malaikat (Raqib dan Atid) yang mencatatnya.
  • HR. Bukhari & Muslim: Pesan Rasulullah SAW agar kita berkata baik atau lebih baik diam.

“Puasa kita akan terasa hambar jika perut lapar namun lisan dan jempol kita masih aktif menyebar dosa. Rasulullah SAW mengingatkan dalam hadis riwayat Bukhari bahwa Allah tidak butuh rasa lapar orang yang tidak meninggalkan dusta,” ujar Farah di hadapan jamaah.

Lebih lanjut, Farah merinci empat poin utama dalam menjaga “jempol” selama Ramadhan agar pahala puasa tidak hangus:

  1. Stop Hoaks: Tidak menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya.
  2. Anti-Bullying: Tidak menghina atau merundung orang lain di kolom komentar.
  3. Santun Berbahasa: Menghindari kata-kata kasar dan kotor.
  4. Menjaga Aib: Tidak menyebarkan privasi atau keburukan orang lain.

Sebagai penutup, Farah mengajak seluruh civitas akademika MAN 3 Sleman untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum melatih pengendalian diri. Ia menyarankan agar energi yang biasanya digunakan untuk berkomentar negatif dialihkan menjadi dzikir, membaca Al-Qur’an, dan menyebarkan konten yang bermanfaat.

Kegiatan kultum pagi ini merupakan bagian dari rangkaian agenda keagamaan di MAN 3 Sleman untuk membentuk karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki adab yang mulia (akhlaqul karimah) di dunia nyata maupun dunia maya. (isn)

 

Kontributor: Isni Kurnia

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *