Sleman (MAN 3 Sleman) — Santri Pondok Pesantren Muntasyirul Ulum MAN 3 Sleman melaksanakan ziarah ke makam ulama besar Nusantara, K.H. Sholeh Darat, di Semarang pada Ahad (15/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program rihlah santri yang memadukan unsur edukasi, spiritualitas, dan penguatan karakter.
Sebanyak 75 santri mengikuti kegiatan ini dengan didampingi asatidz, pengasuh PPMU, Kepala Madrasah, serta Wakil Kepala Madrasah. Total rombongan mencapai 99 orang. Rangkaian ziarah diisi dengan doa bersama, pembacaan tahlil, dzikir, serta tausiyah singkat mengenai keteladanan ulama.

Kepala Asrama PPMU, Dra. Wahidatul Mukarromah, M.Pd.I, menyampaikan bahwa ziarah ini dirancang sebagai sarana pendidikan karakter berbasis tradisi pesantren.
“Ziarah ini bukan sekadar perjalanan, tetapi proses pembelajaran adab. Santri diajak mengenal ulama, menghargai perjuangan mereka, dan menumbuhkan kesadaran bahwa ilmu harus disertai akhlak,” ujarnya.
Senada dengan itu, Pengasuh PPMU, Drs. K.H. Zainal Abidin, M.Pd.I, menekankan pentingnya sanad keilmuan dalam tradisi Islam.
“Para ulama terdahulu berdakwah dengan ilmu, kesabaran, dan keteladanan. Melalui ziarah ini, santri diharapkan mengambil ruh perjuangan tersebut dan melanjutkannya dalam kehidupan nyata,” tuturnya.


K.H. Sholeh Darat dikenal sebagai ulama abad ke-19 yang berperan besar dalam penyebaran Islam di Jawa. Ia termasuk pelopor penulisan kitab keislaman berbahasa Jawa dengan aksara Arab pegon sehingga ajaran Islam lebih mudah dipahami masyarakat.
Karya-karyanya di bidang tafsir dan fikih menjadi rujukan penting pada masanya. Ia juga dikenal sebagai guru sejumlah tokoh besar Nusantara. Warisan intelektualnya hingga kini masih dipelajari di berbagai pesantren.
Melalui kegiatan ini, PPMU MAN 3 Sleman berharap santri semakin mencintai tradisi keilmuan Islam, meneladani akhlak ulama, serta menguatkan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dalam kehidupan sehari-hari. (fiq)
Kontributor: M. Taufikurohman